Kemenhub Siapkan Rp842 miliar untuk Benahi 1.638 Pelintasan Sebidang, Ini Rinciannya
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengalokasikan anggaran Rp842,48 miliar untuk menangani 1.638 pelintasan sebidang kereta api yang tersebar di berbagai wilayah. Pembenahan dilakukan menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk peningkatan keamanan jalur kereta api.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan anggaran tersebut terdiri dari kebutuhan petugas penjaga pelintasan, sebesar Rp603,9 miliar, pembangunan pos jaga sebesar Rp158,1 miliar, dan fasilitas pendukung mekanikal dan elektrikal sebesar Rp60,9 miliar.
"Kementerian Perhubungan memandang bahwa keselamatan perkeretaapian harus terus diperkuat melalui evaluasi menyeluruh," ujar Dudy dalam Raker bersama Komisi V DPR, dikutip Jumat (22/5/2026).
Dia mengatakan evaluasi menyeluruh tersebut mencakup aspek operasional, kondisi prasarana, kelaikan sarana, sistem persinyalan, prosedur darurat, kompetensi SDM, manajemen risiko, pengawasan perlintasan sebidang, serta koordinasi dengan pemangku kepentingan di luar sektor perkeretaapian.
Dia mengatakan saat ini terdapat 3.674 pelintasan sebidang di Indonesia, terdiri dari 2.771 pelintasan terdaftar dan 903 pelintasan tidak terdaftar. Berdasarkan evaluasi, terdapat 172 pelintasan yang direkomendasikan ditutup karena lebar jalan kurang dari 2 meter.
Sementara, keselamatan di 1.638 lokasi prioritas perlu ditingkatkan. Peningkatan tersebut meliputi penyediaan petugas penjaga, bangunan pos jaga, fasilitas pendukung, alat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya.
"Kami menyatakan, tidak ada kompromi untuk keselamatan transportasi. Setiap kejadian harus menjadi pelajaran, dan ditindaklanjuti dengan perbaikan sistem. Kami akan memastikan seluruh rekomendasi keselamatan yang nanti diterbitkan, akan ditindaklanjuti secara serius, terukur, dan dapat dipantau pelaksanaannya," tutur Dudy.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan perlunya langkah percepatan penanganan demi keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, Prabowo menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi sebagai bagian dari solusi jangka panjang mengingat tingginya kepadatan lalu lintas dan pentingnya transportasi kereta api bagi mobilitas masyarakat.
Pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk mendukung peningkatan keselamatan dan pembangunan infrastruktur pelintasan.










