Koordinasi dengan AS, Israel Dalam Kondisi Siaga Perang Lawan Iran
TEL AVIV, iNews.id - Israel meningkatkan status siaga militernya di tengah koordinasi penuh dengan Amerika Serikat (AS) untuk menghadapi kemungkinan perang lanjutan melawan Iran. Kedua negara disebut merampungkan persiapan tempur dan siap melancarkan operasi besar kapan saja jika situasi kembali memanas.
Sumber pejabat keamanan AS mengatakan, Washington dan Tel Aviv kini berada dalam tingkat kesiapan tertinggi sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran pada 7 April lalu. Bahkan, menurut sumber tersebut, AS dan Israel tidak akan terkejut jika perang kembali pecah dalam waktu dekat.
Stasiun televisi Israel KAN melaporkan, koordinasi antara AS dan Israel berlangsung intensif di berbagai sektor pertahanan dan operasi militer. Israel juga memperkuat sistem pertahanan udaranya karena khawatir Iran melakukan serangan pendahuluan akibat meningkatnya tensi politik dan militer.
Menurut pejabat AS, Trump kemungkinan segera mengambil keputusan terbaru terkait Iran setelah menerima laporan keamanan dari tim penasihat nasionalnya. Dalam pertemuan yang berlangsung pada Senin, Trump mendapat pengarahan mengenai berbagai skenario militer yang mungkin terjadi jika konflik kembali meledak.
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi AS, di antaranya Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, utusan khusus Steve Witkoff, Direktur CIA John Ratcliffe, hingga Pemimpin Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine.
Pertemuan digelar hanya beberapa jam setelah Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran yang semula dijadwalkan berlangsung pada Jumat (22/5/2026).
Portal berita Axios melaporkan, pemerintahan Trump masih mempertimbangkan kemungkinan dimulainya kembali perang terhadap Iran.
Sebelumnya Trump juga menyatakan militer AS bisa melancarkan serangan baru terhadap Iran paling cepat pada 22 Mei atau awal pekan depan.
Namun rencana serangan itu untuk sementara ditangguhkan setelah adanya permintaan dari Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Negara-negara Timur Tengah tersebut mendorong agar negosiasi serius dengan Iran tetap dilanjutkan demi menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima semua pihak. Meski demikian, Trump menegaskan AS tetap siap melakukan serangan skala besar sewaktu-waktu apabila pembicaraan dengan Iran gagal mencapai hasil.









