Bebas dari Israel, 422 Aktivis Global Sumud Flotilla Diterbangkan ke Turki
ISTANBUL, iNews.id - Sebanyak 422 aktivis internasional anggota misi kemanusiaan untuk Gaza, Global Sumud Flotilla (GSF), dibebaskan dari tahanan Israel dan diterbangkan ke Turki, Kamis (21/5/2025).
Mereka dibawa ke Bandara Ramon, Israel, kemudian diterbangkan menggunakan tiga pesawat Turkish Airlines.
“Melalui penerbangan khusus, 422 peserta armada, termasuk 85 warga Turki, dibawa ke negara kami,” kata seorang sumber pejabat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Turki, dikutip Jumat (22/5/2026).
Para aktivis dari 44 negara tersebut mulanya dipindahkan dari Penjara Ketziot di Gurun Negev menuju Bandara Ramon, Israel Selatan, tempat prosedur deportasi diselesaikan.
Mereka meninggalkan bandara di bawah pengawasan ketat pejabat dari Kedutaan Besar Turki di Tel Aviv.
Pesawat pertama yang membawa para aktivis berangkat ke Istanbul mengikuti prosedur yang dikoordinasikan oleh Kemlu Turki. Dua penerbangan selanjutnya juga tiba di Istanbul pada Kamis sore.
Prakiraan Cuaca di Jabodetabek Hari Ini
Kemlu Israel menyatakan, para aktivis GSF tersebut dideportasi dari Israel dengan alasan negaranya tidak akan membiarkan blokade laut yang sah terhadap Gaza dilanggar oleh para aktivis.
Sebanyak 50 kapal membawa total 428 orang, berangkat dari Pelabuhan Marmaris, Turki, pada 14 Mei berupaya untuk menembus blokade ilegal Israel terhadap Jalur Gaza yang diberlalukan sejak 2007.
Video yang diposting Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir, menunjukkan perlakuan tidak manusiawi pasukan Zionis terhadap para aktivis, memicu kecaman global. Dalam video tampak para aktivis dipaksa bersujud dalam posisi tangan diikat ke belakang.
Para aktivis juga mengalami penyiksaan, seperti disetrum serta pelecehan fisik dan mental.









