Mohamed Salah Disebut Tak Layak Dapat Perpisahan di Anfield
LIVERPOOL, iNews.id – Mohamed Salah disebut tidak layak mendapat perpisahan dengan Liverpool di Anfield. Legendaris Manchester United, Wayne Rooney, menilai bintang Liverpool itu bersikap egois dan tidak menghormati pelatih Arne Slot.
Rooney menyampaikan kritik tersebut usai Salah mengunggah pesan di media sosial setelah Liverpool kalah 2-4 dari Aston Villa, pekan lalu. Menurut dia, unggahan itu merupakan sindiran terbuka terhadap gaya bermain yang diterapkan Arne Slot.
Mantan kapten MU itu bahkan menyarankan Arne Slot untuk tidak mengizinkan Salah hadir saat Liverpool menjamu Brentford pada laga terakhir musim ini.
“Saya merasa sedih melihat akhir perjalanan dia setelah semua yang sudah dia lakukan untuk Liverpool,” kata Rooney dalam program The Wayne Rooney Show, dikutip dari Standard.
Menurut Rooney, Salah seperti ingin Liverpool kembali memainkan sepak bola agresif dengan intensitas tinggi seperti pada era Jurgen Klopp.
Rooney Sebut Salah Tak Percaya Pelatih
Rooney menilai Salah secara tidak langsung menunjukkan dia tidak lagi percaya kepada Pelatih Liverpool, Arne Slot. Dampak dari pernyataan itu, menurut dia, akan dirasakan pemain-pemain yang tetap bertahan musim depan.
“Dia seperti melempar granat dan menunjukkan dia tidak percaya kepada Arne Slot. Rekan-rekan setimnya harus menghadapi situasi ini,” ujarnya.
Rooney juga menilai Salah berusaha membela diri setelah menjalani musim yang dia anggap tidak memuaskan.
“Saya pikir dia mencoba membenarkan dirinya sendiri dan membuat dirinya merasa lebih baik. Menurut saya, dia sangat egois,” tuturnya.
Mantan bintang Timnas Inggris itu menegaskan pemain tidak boleh dua kali memperlihatkan sikap yang dianggap merendahkan pelatih di depan publik.
“Kalau saya Arne Slot, saya akan mengatakan Anda tidak boleh datang ke stadion pada Sabtu nanti, suka atau tidak,” tegas Rooney.
Salah sebelumnya mengumumkan akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim setelah hampir satu dekade membela klub. Selama berada di Anfield, dia memenangkan banyak trofi dan menjadi salah satu ikon terbesar dalam sejarah Premier League.










