BPS: Jumlah Penduduk Jatim Tembus 42,11 Juta Jiwa
SURABAYA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur merilis hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025. Berdasarkan data terbaru, jumlah penduduk Jatim kini mencapai 42,11 juta jiwa.
Plt Kepala BPS Provinsi Jatim Herum Fajarwati mengatakan, jumlah penduduk Jatim terus mengalami peningkatan sejak Sensus Penduduk 2010.
“Dalam periode 2020-2025, laju pertumbuhan penduduk Jatim berada di angka 0,73 persen per tahun. Namun, angka ini menunjukkan adanya perlambatan sebesar 0,06 persen poin jika dibandingkan periode 2010-2020 yang mencapai 0,79 persen,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
BPS mencatat dalam 5 tahun terakhir jumlah penduduk Jatim bertambah sekitar 1,44 juta jiwa dibandingkan hasil SP2020. Dari sisi komposisi jenis kelamin, jumlah penduduk perempuan tercatat sedikit lebih banyak dibandingkan laki-laki.
Penduduk perempuan mencapai 21,12 juta jiwa atau sekitar 50,16 persen dari total populasi. Sementara penduduk laki-laki sebanyak 20,98 juta jiwa atau 49,84 persen.
“Rasio jenis kelamin di Jatim berada di angka 99, yang artinya terdapat 99 laki-laki untuk setiap 100 perempuan,” kata Herum.
Kabupaten Kediri dan Jombang menjadi daerah dengan rasio jenis kelamin tertinggi, yakni 102. Sementara 19 kabupaten dan kota lainnya memiliki jumlah perempuan yang lebih dominan.
SUPAS 2025 juga menunjukkan adanya perubahan struktur umur penduduk di Jawa Timur. Penduduk usia produktif 15 hingga 64 tahun kini mencapai 69,28 persen dari total populasi.
Di sisi lain, proporsi anak usia 0 hingga 14 tahun mengalami penurunan. Sebaliknya, jumlah lansia usia 65 tahun ke atas meningkat signifikan dari 7,07 persen menjadi 10,15 persen.
Perubahan struktur umur tersebut membuat Rasio Ketergantungan Jawa Timur berada di angka 44,35. Artinya, setiap 100 orang usia produktif menanggung sekitar 44 penduduk usia nonproduktif.
“Meski rasio ketergantungan meningkat dibandingkan tahun 2020, angka ini masih berada di bawah 50. Hal ini mengindikasikan bahwa Provinsi Jatim saat ini masih berada dalam fase bonus demografi,” ujarnya.
Dari sisi generasi, penduduk Jatim saat ini didominasi kelompok usia muda. Generasi Milenial menjadi kelompok terbesar dengan persentase 23,64 persen, disusul Generasi Z sebesar 22,69 persen.
Menurut Herum, dominasi Milenial dan Gen Z menjadi modal penting dalam pembangunan daerah karena hampir separuh populasi Jatim berasal dari kelompok usia produktif tersebut.
Sementara rincian generasi lainnya terdiri atas Generasi X sebesar 21,86 persen, Post Generasi Z 17,18 persen, Baby Boomer 13,08 persen, dan Pre-Boomer 1,55 persen.









