Mantan Penasihat Spiritual Jokowi: Dalang Gaduh Isu Ijazah Palsu Ya Beliau Sendiri

Mantan Penasihat Spiritual Jokowi: Dalang Gaduh Isu Ijazah Palsu Ya Beliau Sendiri

Terkini | inews | Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:43
share

JAKARTA, iNews.id - Mantan penasihat spiritual Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Sri Eko Sriyanto Galgendu mengatakan, dalang dari kegaduhan isu ijazah palsu yakni Jokowi sendiri. Hal itu diungkapkan Sri Eko dalam diskusi bertajuk JK Effect dan Nasib Trah Jokowi 2029 yang digelar Obor Rakyat Reborn di Jakarta Pusat, Sabtu (16/5/2026).

“Kalau kemudian kita bicara masalah ijazah palsu Pak Jokowi, maka saya selalu memberikan suatu pemahaman siapa yang sebenarnya menjadi dalang suatu permasalahan,” ujar Sri Eko.

Dia pun mengaitkan permasalahan ijazah ini dengan legenda Joko Tingkir. Dia menuturkan, Joko Tingkir merupakan tokoh yang ingin menjadi pahlawan. Lantas, Joko Tingkir mencari banteng.

“Kemudian banteng tersebut diberi binatang yang namanya orong-orong. Binatang ini dimasukkan ke telinganya. Banteng tersebut kemudian dibawa ke alun-alun. Alun-alun adalah tempat yang dekat dengan tempat raja. Sehingga kemudian banteng ini mengamuk,” tutur Sri Eko.

Lantas, kata Sri Eko, sang raja membuat sayembara bagi laki-laki yang bisa mengatasi banteng itu akan diangkat menjadi menantu. Joko Tingkir maju untuk mengatasi banteng tersebut agar diangkat menjadi pahlawan.

“Jadi, untuk teman-teman semuanya, ada satu kalimat yang kalau ini kemudian terus diutarakan, di setiap membicarakan permasalahan ijazah palsu, walaupun hanya 5 menit, walaupun 10 menit, walaupun 30 menit atau 1 jam, saya titip satu kalimat, yaitu, dalang dari permasalahan ijazah palsu adalah Jokowi sendiri,” ujar Sri Eko.

"Jadi saya ulangi, dalang dari permasalahan ijazah palsu adalah Jokowi sendiri,” imbuhnya.

Sebelumnya, Jokowi membuka peluang memaafkan pakar telematika Roy Suryo dan kawan-kawan terkait tudingan ijazah palsu miliknya. Namun, dia mengatakan proses hukum tetap berjalan.

“Pintu maaf selalu terbuka. Tapi sekali lagi, urusan maaf-memaafkan itu urusan pribadi ke pribadi,” kata Jokowi saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jumat (30/1/2026).

Meski demikian, Jokowi menegaskan laporan yang telah diajukan ke Polda Metro Jaya terkait tudingan ijazah palsu merupakan ranah hukum yang tidak bisa dicampuradukkan dengan urusan pribadi.

“Artinya urusan pribadi ya urusan pribadi, maaf-memaafkan. Tetapi urusan hukum ya urusan hukum,” katanya.

Topik Menarik