Prabowo Puji Kepemimpinan Kapolri: Ini Kalau Tim Bola, Kontrak Diperpanjang
JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto memberikan pujian kepada Polri dalam mendukung program ketahanan pangan. Menurutnya, pencapaian itu tidak terlepas dari kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Jadi, saya hari ini sangat gembira diundang di tempat ini. Saya melihat peran Polri luar biasa dan di sini saya kira adalah karena leadership kepemimpinan,” kata Prabowo saat memimpin panen raya jagung dan groundbreaking gudang ketahanan pangan Polri di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Prabowo mengatakan kepemimpinan yang baik akan menghasilkan organisasi yang baik. Dia pun menyatakan akan mengakui kinerja bagus jajarannya.
“Kalau bagus ya kita harus akui bagus, kalau baik kita akui baik. Dan dalam organisasi, kalau organisasinya baik berarti pemimpinnya baik. Kalau tim kesebelasan sepak bola, kalau menang ya manajernya baik, pelatihnya baik, kaptennya baik, kontrak diperpanjang. bener kan? Kalau enggak beres copot, sederhana,” ujar dia.
“Ini namanya hidup. Jadi jangan pengen kapten kesebelasan sepak bola kalah-kalah, tapi pengen diperpanjang terus,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan Polri sudah memiliki 1.376 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Seribuan SPPG itu dibangun untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut disampaikan Sigit saat menyampaikan laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara Panen Raya Jagung Serentak Juartal II, Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Polri, serta Launching Operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
"Dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis, sampai dengan hari ini, kami laporkan bahwa Polri telah memiliki 1.376 SPPG," kata Sigit.
Menurut dia, sebanyak 736 SPPG di antaranya telah beroperasi, 172 SPPG dalam persiapan operasional, dan 468 SPPG dalam tahap pembangunan.
"Apabila seluruh SPPG tersebut telah beroperasi, diproyeksikan dapat memberikan manfaat bagi 3,44 juta orang dan menyerap 68.800 tenaga kerja," ujar Sigit.










