Tren Produk Wellness Kian Populer, Masyarakat Semakin Peduli Gaya Hidup Alami

Tren Produk Wellness Kian Populer, Masyarakat Semakin Peduli Gaya Hidup Alami

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 15 Mei 2026 - 17:41
share

JAKARTA, iNews.id - Kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat berbasis bahan alami terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Produk herbal dan wellness kini tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan mulai menjadi bagian dari pilihan utama dalam perawatan kesehatan sehari-hari.

Perubahan ini sejalan dengan tren global yang semakin mengarah pada pendekatan kesehatan yang lebih alami dan preventif. Kementerian Perindustrian sebelumnya mencatat bahwa pergeseran preferensi konsumen dunia ke produk berbasis herbal turut mendorong pertumbuhan industri kosmetik dan obat tradisional, termasuk di Indonesia.

Sementara itu, BPOM dalam Indonesia Wellness Festival 2025 menyebutkan bahwa nilai ekonomi industri wellness global telah mencapai sekitar USD7 triliun. Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi pasar yang terus berkembang, terutama di sektor yang berkaitan dengan kesehatan holistik dan bahan alami.

Praktisi herbal dan wellness, Founder & CEO Sanga Sanga, Riva Effrianti dan Founder PT Kutus Kutus Herbal, Bambang Pranoto. (Foto: Istimewa)

Di tengah meningkatnya minat tersebut, sejumlah pelaku industri lokal ikut merasakan perubahan pola konsumsi masyarakat. Produk berbasis herbal kini semakin mudah ditemukan dan mulai masuk ke berbagai segmen kebutuhan, mulai dari perawatan tubuh hingga gaya hidup wellness sehari-hari.

Disampaikan Founder & CEO Sanga Sanga, Riva Effrianti, perubahan tren ini juga diikuti dengan meningkatnya tuntutan terhadap kualitas dan kepercayaan konsumen.

"Di industri herbal, tantangannya bukan hanya menghadirkan produk, tetapi juga menjaga kualitas, memenuhi regulasi, dan membangun edukasi kepada masyarakat. Itu proses yang tidak instan," ujar Riva di Bali, dalam keterangan resminya, Jumat (15/5/2026).

Menurut dia, meningkatnya minat terhadap produk berbasis herbal membuat pelaku usaha harus lebih adaptif, baik dalam inovasi produk maupun dalam memahami kebutuhan konsumen yang terus berubah.

Fenomena ini juga mencerminkan pergeseran cara pandang masyarakat terhadap kesehatan, dari yang bersifat reaktif menjadi lebih preventif. Produk wellness berbahan alami mulai dipilih karena dianggap lebih selaras dengan gaya hidup yang menekankan keseimbangan tubuh dan perawatan jangka panjang.

Lebih lanjut, Founder PT Kutus Kutus Herbal, Bambang Pranoto, menilai Indonesia memiliki modal besar dalam pengembangan industri herbal karena kekayaan bahan alami yang melimpah serta tradisi pengobatan berbasis tanaman yang sudah lama dikenal.

"Indonesia memiliki kekayaan bahan alami dan budaya herbal yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana produk lokal bisa terus berkembang, dipercaya, dan bersaing secara sehat," kata Bambang.

Di sisi lain, peluang ekspor untuk produk berbasis herbal dan wellness juga mulai terbuka lebih luas. Kementerian Perdagangan mencatat program business matching UMKM pada semester pertama 2025 menghasilkan potensi transaksi ekspor hingga Rp1,41 triliun, dengan ratusan UMKM sudah berhasil menembus pasar internasional.

Meski peluangnya besar, industri herbal tetap dihadapkan pada tantangan seperti perizinan, standar regulasi antarnegara, hingga edukasi konsumen. Namun demikian, tren yang terus menguat menunjukkan bahwa produk berbasis alami masih memiliki ruang tumbuh yang panjang di tengah perubahan gaya hidup masyarakat modern.

Topik Menarik