MPR Tunggu Surat Resmi SMAN 1 Pontianak soal Penolakan Lomba Cerdas Cermat Diulang

MPR Tunggu Surat Resmi SMAN 1 Pontianak soal Penolakan Lomba Cerdas Cermat Diulang

Berita Utama | inews | Jum'at, 15 Mei 2026 - 11:52
share

JAKARTA, iNews.id - Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) akan menunggu surat resmi dari SMAN 1 Pontianak terkait penolakan mengikuti pengulangan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar. Menurut Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno pihaknya telah menerima langsung sikap penolakan dari SMAN 1 Pontianak  saat bertemu dirinya di Kompleks Parlemen, Kamis (14/5/2026).

Untuk itu, Eddy menyarankan agar pihak sekolah dapat membuat surat resmi perihal penolakan mengikuti lomba cerdas cermat yang diulang.

"Kami minta juga kepada Kepsek dan wakepsek SMAN 1 Pontianak agar hasil keputusan internal dari pihak sekolah, disampaikan secara tertulis, resmi kepada pimpinan MPR," ungkap Eddy kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).

Hal ini ditujukan agar pimpinan MPR RI dapat mengambil keputusan agar penyelenggaraan LCC 4 Pilar tak diulang.

"Agar pimpinan MPR bisa membuat keputusan baru untuk tidak mengulang lomba LCC di Pontianak, dan menetapkan SMA Sambas sebagai pemenang LCC. Itu yang kami bahas secara keseluruhan," ucap Eddy.

Dalam pertemuan itu, Eddy menyampaikan, SMAN 1 Pontianak memutuskan tak akan ikut LCC 4 Pilar diulang. Bahkan, kata dia, SMAN 1 Pontianak mendukung SMAN 1 Sambas untuk bertarung di ajang LCC 4 Pilar 2026 di tingkat nasional.

"Kami melihat bahwa pihak SMA 1 sangat terbuka untuk dialog, diskusi, sangat hangat lagi, bahkan mengatakan bahwa kami dengan kejadian ini justru menambah semangat kami untuk bisa mengikuti lomba cerdas cermat di tahun berikutnya," pungkasnya.

Sebelumnya, SMAN 1 Pontianak menegaskan tidak pernah memiliki maksud menganulir hasil Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat yang belakangan menjadi polemik. Penegasan itu disampaikan pihak sekolah melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram @smansaptk.informasi, Kamis (14/5/2026).

Pihak sekolah menyebut, langkah yang dilakukan sebelumnya semata-mata untuk memperoleh kejelasan terkait penilaian lomba melalui proses klarifikasi. SMAN 1 Pontianak menekankan upaya tersebut dilakukan demi terciptanya pelaksanaan lomba yang transparan, objektif dan akuntabel.

“Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan,” bunyi pernyataan tersebut.

Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati mengatakan persoalan tersebut telah direspons MPR melalui permohonan maaf dan komitmen perbaikan menyeluruh. Selain itu, pihak sekolah menegaskan langkah yang ditempuh bukan untuk menyerang ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu.

SMAN 1 Pontianak juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada berbagai pihak atas perhatian, dukungan, serta kepedulian dalam menyikapi persoalan tersebut.

Dalam pernyataannya, sekolah turut menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan dan mendukung penuh SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional.
SMAN 1 Pontianak pun memastikan tidak akan mengikuti pelaksanaan lomba ulang yang sebelumnya diputuskan oleh MPR.

Topik Menarik