Purbaya Sebut Hambatan Investasi Rp525 Triliun Berhasil Diurai Berkat Hal Ini
JAKARTA, iNews.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking bentukan pemerintah telah berhasil mengurai hambatan investasi senilai lebih dari 30 miliar atau setara Rp525 triliun. Hal itu dilakukan dalam kurun waktu enam bulan terakhir.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius pemerintah dalam memangkas birokrasi dan memfasilitasi proyek-proyek besar yang selama ini tersendat. Ia merinci sebagian besar dari nilai tersebut telah memberikan damper nyata bagi perekonomian nasional.
"Sudah ada percepatan investasi sampai lebih dari 30 miliar dolar AS. Yang sudah berdampak saja sekitar 22 miliar dolar AS belum yang lainnya lagi," ujar Purbaya dalam konferensi pers International Seminar on Debottlenecking Channel di Jakarta, dikutip Jumat (15/5/2026).
Selain capaian tersebut, pemerintah kini membidik percepatan proyek raksasa di wilayah Sumatra dengan nilai investasi mencapai 40 miliar dolar AS atau sekitar Rp700 triliun. Proyek ini diketahui telah mengalami stagnasi selama bertahun-tahun dan akan menjadi prioritas penanganan satgas agar segera berjalan.
"Ada proyek di sekitar Sumatra yang nilainya sampai 40 miliar dolar AS yang sudah bertahun-tahunnggak jalan. Kita akan jalankan dengan cepat begitu masuk ke sini," kata Purbaya.
Purbaya mengakui salah satu kendala utama investor global, seperti dari Swiss, adalah ketidaktahuan mengenai saluran pengaduan yang resmi saat menghadapi kendala birokrasi di Indonesia.
Untuk itu, Kementerian Keuangan akan bersinergi dengan Kementerian Luar Negeri serta jaringan kedutaan besar guna memasifkan informasi mengenai Satgas Debottlenecking.
Pemerintah juga berencana meluncurkan situs pengaduan khusus sebagai kanal langsung bagi para pelaku usaha.
"Kerja sama dengan Kemlu penting sekali supaya investor yang mau masuk ke sini tahu harus ke mana kalau mendapatkan hambatan ketika melakukan bisnis di Indonesia," tambahnya.
Terkait mekanisme penyelesaian masalah, Purbaya menekankan pentingnya transparansi meskipun terdapat beberapa pelaku usaha yang meminta keluhannya ditangani secara tertutup demi menjaga reputasi bisnis.
"Menurut saya lebih bagus di-broadcast langsung karena transparansi di situ. Biar masyarakat dan dunia tahu bahwa kita serius melepaskan masalah investasi," tegas Purbaya.










