Mantan Bintang Arsenal Jadi Korban Penyerangan di Turki, Pelaku Akui Motif Emosi Pribadi
ISTANBUL, iNews.id - Kasus penyerangan Lucas Torreira, eks pemain Arsenal yang kini membela Galatasaray, mengguncang dunia sepak bola setelah dia menjadi korban serangan di Turki. Insiden tersebut terjadi di luar sebuah kafe dan membuat pemain asal Uruguay itu harus mendapatkan perawatan medis.
Torreira diserang seorang pria setelah keluar dari area hotel usai aktivitas pribadi. Pelaku sempat mencoba melarikan diri, namun berhasil diamankan oleh kepolisian yang datang ke lokasi kejadian.
Rekaman insiden tersebut kemudian beredar di media sosial X, memperlihatkan keributan antara pria tak dikenal dengan rombongan Torreira. Dalam video itu, terlihat situasi sempat memanas sebelum akhirnya dilerai oleh pihak keamanan.
Video tersebut juga menunjukkan pria itu sempat terjatuh dan kemudian bangkit sebelum meninggalkan lokasi. Beberapa orang di sekitar kejadian berusaha melerai agar situasi tidak semakin memburuk.
Torreira kemudian memberikan keterangan resmi melalui penerjemah dan menegaskan dia akan menempuh jalur hukum atas insiden tersebut. Dia juga menjelaskan secara rinci kronologi kejadian yang dialaminya.
Kronologi Versi Lucas Torreira
Dalam keterangannya, Torreira menjelaskan aktivitasnya sebelum insiden terjadi.
"Pada 12.05.2026, saya bermain tenis selama sekitar 2 jam bersama teman-teman saya di Hotel Rixos yang terletak di Jalan Taşkızak Shipyard di Distrik Camiikebir. Sekitar pukul 18.00 saya mandi dan mengganti pakaian, lalu pergi ke luar," kata dia.
Dia melanjutkan bahwa peristiwa penyerangan terjadi setelah dia bertemu seorang pria yang awalnya meminta foto bersama.
"Seorang pria mendekati saya dan mengatakan ingin berfoto bersama. Setelah berfoto, saya melihat pria lain mendekat dan mengira dia juga ingin berfoto. Namun setelah mendekat, dia tiba-tiba memukul sisi kiri kepala saya. Saya tidak mengerti apa yang terjadi," ujar dia.
Torreira menyebut dirinya tidak melakukan perlawanan terhadap pelaku dan justru mencoba menghindari konflik.
"Saya mencoba melindungi diri. Pada saat itu, sopir saya Eray Saylan dan teman saya David Caceres datang untuk melindungi saya dan menjauhkan pria tersebut. Setelah dipisahkan, pria itu mencoba kabur dengan taksi. Saya tidak melakukan tindakan fisik apa pun terhadap pria tersebut," kata dia.
Dia juga menegaskan tidak mengenal pelaku sama sekali sebelum kejadian tersebut terjadi.
"Saya tidak tahu kenapa dia melakukan hal itu. Saya belum pernah melihatnya sebelumnya. Setelah kejadian, saya langsung pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Kepala saya masih sakit akibat insiden ini," ujar dia.
Torreira menambahkan dia telah melaporkan kasus ini ke pihak berwenang.
"Saya mengajukan gugatan dan laporan terhadap orang yang menyerang dan menyebabkan cedera pada saya," kata dia.
Setelah insiden tersebut, Torreira dilaporkan mengalami luka memar dan pembengkakan di sekitar mata kiri.
Pelaku Ungkap Motif Penyerangan
Sementara itu, pelaku penyerangan juga memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan terkait motif tindakannya. Dia mengaku tindakan tersebut dipicu oleh masalah pribadi dan emosi yang tidak terkendali.
"Saya memiliki perasaan yang tidak berbalas kepada seorang wanita, dan karena dia merasa tidak nyaman dengan saya, dia sebelumnya mendapatkan perintah larangan mendekati," kata dia.
Dia melanjutkan, "Saya tidak pernah melanggar larangan tersebut. Namun saya mulai menyimpan kebencian terhadap Torreira setelah melihat foto wanita yang saya sukai bersama Torreira di Instagram setahun lalu."
Pelaku juga mengakui telah menulis unggahan di media sosial terkait Torreira sebelum kejadian.
"Saya menulis unggahan tentang Torreira di akun Twitter saya. Alasan saya menulisnya berasal dari kebencian saya terhadap Torreira," ujar dia.
Dia mengakui mendatangi lokasi dalam kondisi emosi tinggi.
"Setelah mengetahui dari unggahan Instagram Torreira dan keluarganya bahwa mereka berada di Hotel Rixos, saya pergi ke lokasi menggunakan taksi, dalam keadaan marah, dengan niat menyakiti Torreira. Saat saya melihatnya, saya memukul wajahnya satu kali," kata dia.
Di sisi lain, Torreira sendiri masih aktif bersama Galatasaray. Dia sudah mencatat 175 penampilan di semua kompetisi dan menjadi bagian penting dalam keberhasilan klub meraih gelar liga Turki dalam beberapa musim terakhir.










