Penampakan Satria, Sapi Kurban Presiden Prabowo Berbobot 1,2 Ton di Lamongan
LAMONGAN, iNews.id – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan hewan kurban terbaiknya. Salah satu yang mencuri perhatian adalah seekor sapi jumbo jenis Simental Crossing asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, yang memiliki bobot fantastis mencapai 1,2 ton.
Sapi raksasa yang diberi nama "Satria" ini merupakan milik Suwignyo, seorang peternak asal Desa Puter, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan. Karena ukurannya yang tak biasa, keberadaan Satria di kandang sederhana milik Suwignyo kini menjadi tontonan warga sekitar yang penasaran.
Sapi Satria terpilih sebagai hewan kurban Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden setelah melalui proses pemantauan dan seleksi yang sangat ketat selama dua bulan terakhir. Tim dari Dinas Peternakan tingkat kabupaten hingga provinsi diterjunkan langsung untuk memastikan kesehatan dan kualitas sapi tersebut.
Bagi Suwignyo, terpilihnya sapi miliknya oleh pihak Istana merupakan kebanggaan yang luar biasa. Terlebih, ini merupakan kali kedua kandangnya dipercaya untuk menyediakan hewan kurban bagi orang nomor satu di Indonesia.
"Tentu sangat bangga dan tidak menyangka kembali dipercaya. Nama Satria ini sendiri diberikan oleh anak saya sejak sapi ini masih kecil," ujar Suwignyo, Kamis (14/5/2026).
Perawatan Khusus 24 Jam
Memiliki postur tubuh tinggi besar dan jauh di atas ukuran sapi pada umumnya, Satria memerlukan perlakuan istimewa. Suwignyo mengaku memberikan perawatan ekstra demi menjaga kondisi sang primadona tetap prima hingga hari penyembelihan tiba.
Beberapa perawatan khusus yang dilakukan antara lain pemberian pakan bergizi tinggi dan vitamin secara teratur, penjagaan kebersihan kandang secara rutin selama 24 jam penuh, dan pemeriksaan kesehatan berkala untuk memastikan bebas dari penyakit.
Rencananya, sapi Satria dikirim ke wilayah Kecamatan Mantup, Lamongan, untuk disalurkan sebagai hewan kurban Presiden Prabowo pada Hari Raya Iduladha mendatang.
Bagi sang peternak, Satria bukan sekadar hewan ternak biasa, melainkan amanah besar yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab karena akan menjadi persembahan kurban dari Presiden Republik Indonesia untuk masyarakat.










