Jadi Korban Investasi Bodong, Puluhan Biduan Dangdut Datangi Wakil Wali Kota Surabaya
SURABAYA, iNews.id - Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Hal itu disampaikan menyusul kasus dugaan arisan bodong yang menimpa puluhan biduan dangdut dengan total kerugian mencapai Rp1,8 miliar.
Kasus tersebut menjadi viral di media sosial setelah para korban mendatangi rumah dinas Armuji untuk meminta bantuan penyelesaian perkara dan pengembalian dana dari terduga pelaku berinisial N, warga Sememi, Surabaya.
Menurut para korban, mereka tergiur mengikuti arisan karena dijanjikan keuntungan atau profit hingga jutaan rupiah dalam waktu singkat. Para korban juga mengaku memiliki bukti percakapan dan transfer dana kepada terduga pelaku.
Salah satu korban, Dea mengaku telah mentransfer lebih dari Rp40 juta setelah dijanjikan keuntungan sebesar 2 persen atau sekitar Rp1 juta hingga Rp3 juta.
“Bilangnya sih jual beli arisan biasa. Katanya ada orang yang mau jual benaran tapi ternyata tidak ada sama sekali alias bodong fiktif,” kata Dea, salah satu korban.
Armuji menilai kasus seperti ini kerap terjadi karena pelaku terlebih dahulu membangun kepercayaan korban dengan memberikan keuntungan pada tahap awal agar semakin banyak orang tertarik bergabung.
"Memang semua begitu, awalnya lancer supaya pesertanya banyak. Semua konsumennya dipengaruhi," ucap Armuji.
Korban dugaan arisan bodong tersebut berasal dari sejumlah daerah, seperti Surabaya, Mojokerto, Sidoarjo, dan Gresik. Mereka mengaku belum melapor ke polisi dan masih menunggu iktikad baik dari terduga pelaku untuk mengembalikan uang mereka.
Namun, para korban berencana membawa kasus ini ke ranah hukum apabila hingga 17 Mei 2026 dana yang dijanjikan tidak kunjung dikembalikan.










