Komentar Isyana/Rinjani usai Cetak Sejarah di Thailand Open 2026

Komentar Isyana/Rinjani usai Cetak Sejarah di Thailand Open 2026

Olahraga | inews | Kamis, 14 Mei 2026 - 14:55
share

BANGKOK, iNews.id – Ganda putri Indonesia Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine sukses mencetak pencapaian penting setelah lolos ke perempat final Thailand Open 2026. Kepastian itu diraih usai mengalahkan wakil China Luo Yi/Wang Ting Ge di babak 16 besar.

Pertandingan berlangsung di Nimibutr Stadium, Bangkok, Thailand, Kamis (14/5/2026). Isyana/Rinjani menang dua gim langsung dengan skor ketat 25-23 dan 21-13.

Kemenangan tersebut terasa spesial bagi pasangan muda Indonesia itu. Sebab, untuk pertama kalinya mereka berhasil menembus babak perempatfinal turnamen level Super 500.

Duel gim pertama berjalan sangat sengit sejak awal pertandingan. Isyana/Rinjani sempat unggul cukup jauh sebelum akhirnya kehilangan momentum dan dikejar pasangan China.

Pasangan Indonesia sebenarnya sempat memimpin 18-14. Namun, Luo/Wang mampu bangkit hingga membalikkan keadaan menjadi 20-18.

Situasi menegangkan itu membuat Isyana/Rinjani harus bermain lebih sabar dan tenang pada poin-poin kritis. Mereka akhirnya mampu membalikkan tekanan dan merebut gim pertama dengan skor 25-23.

“Rasanya pasti senang bisa ke perempatfinal Super 500 pertama kali. Tadi di gim pertama pertandingannya cukup ramai,” ujar Isyana Syahira Meida, dikutip dari rilis PBSI.


Isyana/Rinjani Akui Sempat Kehilangan Fokus

Isyana mengakui dirinya dan Rinjani sempat terbawa pola permainan lawan setelah unggul jauh. Hal tersebut membuat pasangan Indonesia kehilangan ketenangan dan mulai melakukan kesalahan sendiri.

“Setelah unggul 18-14, kami malah terlalu mengikuti pola mereka dan akhirnya kurang tenang lalu tersusul,” tuturnya.

“Setelah balik tertinggal 18-20 itu mereka juga mati sendiri jadi kami coba lebih tenang lagi, termasuk saat adu setting,” lanjut Isyana.

Memasuki gim kedua, permainan Isyana/Rinjani jauh lebih stabil. Mereka tampil lebih konsisten sehingga mampu mengontrol jalannya pertandingan.

Rinjani Kwinnara Nastine menyebut konsistensi menjadi pembeda utama pada gim kedua. Dia juga melihat lawan mulai banyak melakukan kesalahan sendiri.

“Di gim pertama kami masih kurang konsisten dengan pola yang disiapkan jadi di gim kedua coba lebih konsisten,” kata Rinjani.

“Di sisi lain mereka juga seperti tidak enak mainnya, banyak melakukan kesalahan sendiri,” lanjutnya.

Rinjani menegaskan mereka harus meningkatkan fokus pada pertandingan berikutnya. Dia berharap Isyana/Rinjani bisa lebih cepat beradaptasi menghadapi berbagai tipe permainan lawan.

“Kami harus meningkatkan fokus di pertandingan selanjutnya. Jangan gampang mati sendiri dan juga kami harus cepat tanggap, cepat adaptasi dengan cara main lawan yang beda-beda,” ujarnya.

Topik Menarik