Heboh Dugaan Pungli ke Jemaah Haji, Kadaker Makkah: Tarif Layanan Harus Transparan!

Heboh Dugaan Pungli ke Jemaah Haji, Kadaker Makkah: Tarif Layanan Harus Transparan!

Terkini | inews | Kamis, 14 Mei 2026 - 09:42
share

MAKKAH, iNews.id - Polemik terkait dugaan adanya pungutan liar kepada jemaah haji langsung direspons sigap otoritas Kemenhaj di Tanah Suci. Penelusuran dan proses tabayun dilakukan secara maraton dengan memanggil pihak Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Investigasi lapangan ini disampaikan secara transparan dalam konsolidasi di Masjid Hotel Durrat Rahaf, Makkah, pada Rabu (13/5/2026). Hasil pemeriksaan memastikan bahwa keluhan biaya ekstra yang mencuat ke publik tersebut bukan berasal dari praktik pungutan liar.

Nominal yang disetorkan oleh sebagian jemaah terbukti merupakan tarif resmi dari paket layanan tambahan yang bersifat opsional. Dana tersebut digunakan untuk membiayai jasa pendorongan kursi roda bagi jemaah saat menjalani umrah wajib maupun tawaf.

Kemenhaj menegaskan bahwa selama tarif layanan disepakati secara terbuka oleh kedua belah pihak, maka praktik tersebut diperbolehkan. Transparansi pembiayaan menjadi syarat mutlak agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan saat beribadah di Tanah Haram.

"Setelah kita klarifikasi memang hal tersebut jelas, jadi antara KBIH dengan jemaahnya clear, hal yang lain yang tidak jelas tentu kita akan tindak," tegas Kepala Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, kepada Tim Media Center Haji (MCH) 2026.

Selain menuntaskan isu biaya ekstra, forum tersebut juga merampungkan silang pendapat terkait aturan city tour atau wisata kota. Edaran Kemenhaj sejatinya diterbitkan untuk melarang jemaah melakukan perjalanan antar kota yang menguras stamina jelang puncak haji.

Kunjungan wisata religi yang lokasinya masih berdekatan dengan area hotel di dalam Kota Makkah tidak sepenuhnya dilarang. Namun, pihak penyelenggara city tour diwajibkan melapor ke petugas sektor agar posisi dan keamanan jemaah senantiasa terawasi.

Ketertiban regulasi di lapangan ini hanya bisa dicapai melalui komunikasi yang solid antara aparat negara dan KBIHU. Pengelolaan ratusan ribu jemaah membutuhkan kerja sama sekelas "super tim", di mana tidak ada entitas yang berhak merasa paling dominan.

Kolaborasi di akar rumput ini mendesak untuk segera dikunci mati mengingat lonjakan populasi jemaah nusantara di Makkah. Tercatat, sekitar 300 kloter penerbangan dari Indonesia telah mendarat dengan selamat di Arab Saudi.

Pusat kendali mobilitas melaporkan bahwa lebih dari 250 kloter di antaranya kini telah tiba dan menetap di Kota Makkah. Kedatangan jemaah diperkirakan meningkat seiring berakhirnya masa ibadah Arbain.

"Dan per tanggal besok ya, itu kloter-kloter akhir gelombang pertama akan didorong dari Madinah, termasuk rekan-rekan petugas pun nanti di tanggal 15 Mei akan datang ke Makkah," papar Ihsan Faisal kepada Tim Media Center Haji (MCH) 2026.

Pendorongan kloter pamungkas ini akan menandai berakhirnya masa tugas pelayanan Daerah Kerja Madinah secara keseluruhan. Ratusan personel petugas haji akan segera dipersatukan di Makkah untuk mempersiapkan puncak ibadah haji di Arafah.

Topik Menarik