Kemenag Minta Maaf soal Video Menag Pakai Busana Aceh di Greetings Bulan Maria, Ini Penjelasannya

Kemenag Minta Maaf soal Video Menag Pakai Busana Aceh di Greetings Bulan Maria, Ini Penjelasannya

Terkini | inews | Rabu, 13 Mei 2026 - 20:38
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Agama buka suara terkait polemik Menteri Agama Nasaruddin Umar yang mengenakan busana adat Aceh dalam video ucapan menyambut Bulan Maria bagi umat Katolik. Kemenag pun menyampaikan permintaan maaf sekaligus menjelaskan konteks penggunaan pakaian adat tersebut yang menuai sorotan publik.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag, Thobib Al Asyhar menjelaskan, proses perekaman video tersebut berbarengan dengan persiapan Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026. Saat itu terdapat dua agenda perekaman yang dilakukan sebelum upacara berlangsung, yakni ucapan Hardiknas 2026 dan video greetings Bulan Maria.

"Perlu kami sampaikan bahwa rekaman tersebut dilakukan bersamaan dengan persiapan upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Saat itu, Menag didapuk menjadi Inspektur Upacara dan sesuai tema nasional, beliau mengenakan busana adat Nusantara, dalam hal ini baju adat Aceh," kata Thobib dalam keterangannya dikutip dari situs resmi Kemenag, Rabu (13/5/2026).

Dia mengatakan, pemilihan busana adat Aceh oleh Menag dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Aceh yang dikenal sebagai Serambi Mekkah dalam momentum nasional Hardiknas.

"Keputusan mengenakan baju Aceh dalam upacara Hardiknas adalah bentuk penghormatan Menag terhadap identitas budaya Serambi Mekkah pada momen nasional tersebut," katanya.

Thobib menegaskan, tidak ada niat dari Menteri Agama untuk menyinggung ataupun merendahkan nilai kesakralan pakaian adat Aceh. Pihaknya juga menghargai berbagai respons dan masukan dari masyarakat Aceh terkait video tersebut.

"Kami menghormati respons sebagian masyarakat Aceh terkait baju yang dikenakan Menag dalam rekaman video greetings Bulan Maria. Saran yang disampaikan menjadi masukan perbaikan di masa mendatang," ujarnya.

Kemenag juga menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang muncul. Sebagai tindak lanjut, Menag disebut telah merekam ulang video greetings Bulan Maria tanpa menggunakan pakaian adat daerah.

"Kami juga mohon maaf atas hal ini. Menag juga sudah melakukan rekaman ulang greetings Bulan Maria dengan tidak mengenakan baju adat daerah," katanya.

Thobib berharap penjelasan tersebut dapat memberikan konteks yang lebih utuh kepada publik terkait penggunaan busana adat Aceh dalam video ucapan tersebut.

"Menag sangat menghormati kearifan lokal Aceh. Kami berterima kasih atas masukan masyarakat sebagai wujud kecintaan terhadap budaya daerah. Semoga semangat Hardiknas dan pesan damai di bulan Mei ini tetap terjaga dalam bingkai persaudaraan," katanya.

Topik Menarik