BUMN Pengelola Sampah jadi Listrik PT Denera bakal Melantai di Bursa 2028
JAKARTA, iNews.id - Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir akan mendorong operator proyek waste to energy (WtE), PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), melantai di Bursa Efek Indonesia. Rencananya, perusahaan akan melantai pada 2028 mendatang.
Pandu mengatakan rencana tersebut sejalan dengan kebutuhan investasi yang cukup besar untuk menjalankan proyek tersebut. Diperkirakan, total kebutuhan investasi untuk proyek pembangkit listrik tenaga sampah itu mencapai 5 miliar dolar AS atau setara Rp87 triliun (kurs: 17.420).
"Karena ini kan besar investment yang kita lakukan, kalau dilihat totalnya bisa mencapai 5 miliar dolar AS. Keinginan kita nanti setelah ada cashflow, mau kita bawa menjadi perusahaan Tbk di sini," ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (11/5/2026).
Pandu menargetkan, rencana PT Denera akan melantai di Bursa Efek pada tahun 2028 mendatang. Hal ini sejalan apabila perusahaan sudah memiliki cashflow ketika sudah bisa beroperasi nantinya. Perusahaan tersebut nantinya akan mengelola 33 proyek waste to energy yang tersebar di seluruh Indonesia.
Menurutnya, PT Denera ke depan akan menjadi perusahaan yang mengelola proyek waste to energy yang terbesar di dunia. Targetnya, seluruh kota-kota di Indonesia yang memproduksi sampah dalam skala besar akan memiliki fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah.
"Kita akan kerja sama dengan foreign partners dan local partners untuk bisa menyelesaikan masalah krisis sampah ini secepat-cepatnya," kata Pandu.
Sekadar informasi, PT Denera merupakan perusahaan yang dibentuk baru oleh Danantara Investment Management (DIM) yang secara khusus mengelola proyek Waste-to-Energy (WtE).
Lead of Waste-to-Energy/Director of Investment at Danantara Investment Management, Fadli Rahman menjelaskan Denera akan berfungsi menjadi pemegang saham dari sebuah pabrik pengelolaan sampah menjadi listrik yang akan dibangun oleh investor.
"PT Daya Energi Bersih Nusantara ini adalah perusahaan yang baru dibentuk oleh Danantara Investasi Manajemen di 1 April 2026 kemarin yang memiliki fokus untuk menjalankan program PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik)," ujarnya dalam Coffee Session Di Kantor Danantara, Kamis (9/4/2026).
Fadli mengatakan setiap proyek WtE nantinya akan membentuk sebuah konsorsium perusahaan di mana 70 persen dipegang oleh investor, dan 30 persen akan dipegang oleh PT Daya Energi Bersih Nusantara. Setiap proyek WtE diproyeksikan membutuhkan investasi sekitar Rp2,5 sampai 2,8 triliun, tergantung besaran kapasitas fasilitas pengolahan.
"Daya Energi Bersih Nusantara inilah, atau kami singkat Denera, yang memegang dari sisi saham dan juga dari sisi operasional dan pengelolaan untuk seluruh PSEL di bawah Danantara Investment Management," tambahnya.










