Putin Yakin Perang Rusia-Ukraina Segera Berakhir, tapi...

Putin Yakin Perang Rusia-Ukraina Segera Berakhir, tapi...

Terkini | inews | Senin, 11 Mei 2026 - 03:00
share

MOSKOW, iNews.id - Presiden Rusia Vladimir Putin yakin perang negaranya dengan Ukraina segera berakhir. Namun dia tetap mengecam bantuan militer negara-negara Barat terhadap Ukraina yang justru memperpanjang konflik, bukan mengakhirinya.

"Saya kira masalah ini akan segera berakhir," kata Putin, usai parade militer Victory Day, memperingati 81 tahun kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II, seperti dikutip dari BBC, Minggu (10/5/2026).

Putin melanjutkan, proses perdamaian bisa terganggu oleh negara Barat yang terus memberikan bantuan sehingga memicu konfrontasi dengan Rusia. Kondisi tersebut berlangsung hingga hari ini.

"Saya kira masalah ini akan segera berakhir, tapi ini adalah masalah serius," tuturnya.

Putin lalu menegaskan, hanya mau bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky setelah kesepakatan damai permanen dicapai.

"Pertemuan di negara ketiga juga dimungkinkan, tapi hanya setelah kesepakatan akhir tercapai mengenai perjanjian perdamaian untuk perspektif sejarah jangka panjang," ujarnya.

Putin mendengar, Zelensky siap melakukan pertemuan empat mata, namun dia menegaskan bukan pertama kali pihaknya mendengar pernyataan seperti itu.

Dia juga bersedia menegosiasikan pola keamanan baru untuk Eropa seraya memilih mitra negosiasi pilihannya adalah mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroder. Putin bersahabat lama dengan Schroder dan terbilang kontroversial karena dia bekerja untuk perusahaan energi milik pemerintah Rusia.

Pernyataan Putin itu disampaikan hanya beberapa jam setelah menyampaikan pidato Victory Day di Lapangan Merah, Moskow.

Dalam pidato tersebut Putin mengatakan Rusia terlibat dalam perang yang "adil" seraya menyebut Ukraina sebagai kekuatan agresif yang dipersenjatai dan didukung oleh seluruh anggota NATO.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini parade militer digelar tanpa menampilkan peralatan perang.

Tidak ada tank dan rudal seperti biasanya, dipicu kekhawatiran karena Ukraina mungkin menyerang Lapangan Merah menggunakan drone.

Topik Menarik