Menko Polkam Ingatkan Taruna Akpol saat Pembekalan: Polri Harus Jadi Institusi yang Dicintai Rakyat
SEMARANG, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menegaskan, Polri harus menjadi institusi yang dicintai rakyat. Karena itu, para perwira Polri harus mampu membangun karakter dan kepribadian yang dapat diteladani serta benar-benar menghadirkan Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
Djamari menekankan, menjadi perwira Polri bukan sekadar profesi, melainkan sebuah pengabdian. Karena itu, dibutuhkan mental, semangat, dan kepribadian yang tangguh dalam menjalankan tugas.
“Sadarilah bahwa menjadi perwira polisi adalah pengabdian, bukan sekadar profesi. Pangkat ada waktunya, jabatan ada masanya, tetapi pengabdian kepada bangsa harus dilakukan sepanjang hidup. Kepolisian harus mampu menjadi institusi yang dicintai rakyat. Polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat jangan hanya menjadi slogan, tetapi harus benar-benar diterapkan,” ujar Djamari di hadapan 1.064 taruna dan siswa saat pembekalan di Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Jawa Tengah, Jumat (8/5/2026).
Djamari menambahkan, menjadi perwira Polri adalah bentuk pengabdian, Dia berharap, para taruna dan siswa tidak hanya berorientasi pada pangkat dan jabatan setelah lulus nanti, namun lebih kepada peran dan manfaat untuk rakyat, profesionalisme serta integritas dalam pelaksanaan tugas.
Dalam kesempatan itu, Djamari juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan wilayah yang luas serta keragaman budaya yang tinggi. Karena itu, para taruna harus menyiapkan diri untuk menghadapi berbagai karakter dan kultur masyarakat saat nantinya bertugas di berbagai daerah.
“Wilayah Indonesia sangat beragam, mulai dari ujung barat sampai ujung timur, dengan budaya dan tradisi yang berbeda-beda. Karena itu, kalian harus siap ditugaskan di seluruh tanah air. Pengalaman tersebut akan memperkaya wawasan kebangsaan kita,” katanya.
Menurut Djamari, tantangan tugas seorang perwira Polri tidaklah mudah. Oleh sebab itu, seorang pemimpin harus mampu membangun kedekatan dan kerja sama dengan anak buah. Kedekatan dengan anggota, menurutnya, tidak akan mengurangi wibawa seorang perwira.
“Bersama-samalah kalian dengan anak buah dalam setiap tugas. Tempat terbaik seorang pimpinan adalah bersama anak buahnya. Sayangi anak buahmu sebagaimana kamu ingin diperlakukan dengan baik oleh atasanmu,” ucap Djamari.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Djamari juga menegaskan bahwa keberhasilan seorang taruna tidak hanya diukur dari prestasi pribadi, tetapi juga dari kemampuan membangun unit organisasi yang dipimpinnya menjadi unit terbaik.
“Saya mengapresiasi taruna yang meraih predikat terbaik di akademi, Adhi Makayasa. Namun setelah itu, kalian juga harus mampu menjadikan unit yang kalian pimpin sebagai unit Adhi Makayasa, yang bekerja dan mengabdi dengan baik” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Akademi Kepolisian Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menko Djamari yang telah meluangkan waktu memberikan kuliah umum kepada para taruna dan siswa Akpol.
Daniel menilai, kiprah Menko Polkam menjadi inspirasi bagi generasi muda Polri. Menurutnya, di usia yang cukup senior, Djamari Chaniago justru tetap aktif memberikan cahaya berupa insiprasi, motivasi, dan tambahan wawasan bagi para calon perwira Polri.
“Mewakili 1.064 taruna dan siswa serta 861 dosen, pengajar, pelatih, mentor, pengasuh, dan staf, saya mengucapkan terima kasih, rasa hormat, dan kebanggaan setinggi-tingginya kepada Bapak Menko Polkam. Usia 77 tahun bukanlah angka yang kecil, tetapi bagi seorang prajurit, usia hanyalah hitungan kalender. Yang membuat beliau tetap energik adalah tujuan hidup untuk menjaga negeri ini tetap aman,” ucap Daniel.
Dalam kunjungan ke Akademi Kepolisian tersebut, Menko Polkam didampingi sejumlah pejabat internal Kemenko Polkam, di antaranya Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, para Deputi dan Staf Khusus Kemenko Polkam.









