Menembus Armuzna, Intip Inovasi Tenda di Arafah untuk Kenyamanan Jemaah Haji

Menembus Armuzna, Intip Inovasi Tenda di Arafah untuk Kenyamanan Jemaah Haji

Terkini | inews | Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:09
share

MAKKAH, iNews.id  - Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), berbagai persiapan terus dikebut guna memastikan kenyamanan jemaah. Sejumlah inovasi fasilitas pun dihadirkan, mulai dari tenda berpendingin udara, hingga perbaikan sarana mandi, cuci, kakus (MCK).

Tim Media Center Haji (MCH) melakukan penelusuran langsung ke sejumlah titik strategis di kawasan puncak ibadah haji. Dari hasil pemantauan tersebut, terlihat jelas bagaimana kawasan gurun ditata menjadi area hunian yang layak bagi ratusan ribu jemaah haji Indonesia. 

Saat melintasi gerbang markaz di Arafah, tampak deretan tenda berjajar rapi dengan gang-gang yang kini berada dalam pengawasan ketat melalui jaringan CCTV.

Masuk lebih dalam ke lambung tenda, inovasi kenyamanan langsung terlihat pada modifikasi struktur pijakan jemaah. Tanah gurun pasir yang bergelombang dan memancarkan suhu panas kini telah ditutupi dengan struktur lantai tambahan yang cukup tebal.

Di atas bantalan lantai dan hamparan karpet tebal tersebut, tumpukan kasur busa baru telah ditata rapi menunggu kehadiran tamu Allah. Petugas memastikan bahwa setiap satu jemaah akan mendapatkan alokasi satu kasur tebal yang menyertakan satu bantal, seprai, dan selimut.

Hawa sejuk juga langsung terasa di dalam tenda berkat hembusan tiga unit AC yang disiapkan untuk menjinakkan suhu ekstrem Arab Saudi. Perhatian petugas kemudian tidak berhenti pada ruang istirahat, melainkan merambah tajam ke area mandi, cuci, kakus (MCK) yang rawan penumpukan jemaah.

Tahun ini, fasilitas toilet direnovasi lebih inklusif dengan menghadirkan tangga khusus dan akses landai bagi jemaah penyandang disabilitas. Antrean mengular di depan pintu toilet juga disiasati cerdas melalui pembangunan deretan urinoir serta kran wudu yang terpisah dari bilik utama.

Inovasi urinoir ini diyakini akan sangat menghemat energi jemaah lansia yang sebelumnya harus berdiri berjam-jam hanya untuk buang air kecil. 

Usai menyisir Arafah, laju kendaraan membawa tim melintasi dataran Muzdalifah menuju lembah Mina yang dipenuhi lautan tenda putih.

Di lokasi ini, petugas haji Indonesia tampak berdiskusi konstruktif dengan pihak syarikah guna memastikan seluruh sarana kasur terdistribusi tanpa cela. Evaluasi tegas terus dilontarkan agar penyempurnaan tahap akhir fasilitas di lokasi mabit ini benar-benar siap dihuni.

"Pada saat awal kita melakukan pengecekan progres ya baru sampai mencapai sekitar 60 persen, hari ini alhamdulillah sudah sangat luar biasa perubahannya," kata Kepala Bidang Perlindungan Jamaah (Linjam) PPIH Arab Saudi, Muftiono, saat diwawancarai Tim Media Center Haji.

Transformasi drastis dari 60 persen melompat ke 90 persen dalam sepekan ini menunjukkan betapa masifnya tekanan dan kerja keras yang dikerahkan. Pihak penyelenggara terus menggenjot pengerjaan siang dan malam agar tidak ada lagi tenda yang minim fasilitas.

"Melihat perkembangan itu, saya optimis bahwa target H-5 seratus persen bisa terwujud," kata Muftiono. 

Kerja keras tanpa henti dari para petugas haji di bawah terik matahari ini adalah bentuk pengabdian agar fisik jemaah tetap terjaga dengan baik. 

Dengan fasilitas yang memanjakan secara fisik, jemaah diharapkan bisa melepaskan urusan duniawi dan fokus menyelami kekhusyukan spiritual. Untuk mencapai haji yang mabrur.

Topik Menarik