Harga Minyak Mentah Melonjak usai AS-Iran Saling Serang di Selat Hormuz

Harga Minyak Mentah Melonjak usai AS-Iran Saling Serang di Selat Hormuz

Terkini | inews | Sabtu, 9 Mei 2026 - 07:32
share

JAKARTA, iNews.id - Harga minyak mentah kembali melonjak pada Jumat (8/5/2026) setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran saling meluncurkan serangan di jalur perairan penting Selat Hormuz.

Melansir BBC, harga minyak Brent global naik sekitar 3 persen menjadi hampir 103 dolar AS per barel, setelah sebelumnya sempat melandai ke kisaran 100 dolar AS.

AS mengatakan, serangan tersebut dalam rangka membela diri sebagai tanggapan terhadap serangan Iran yang tidak beralasan saat kapal-kapal AS menuju keluar dari Teluk melalui selat tersebut. 

Sementara itu, Iran mengatakan AS telah melanggar gencatan senjata yang disepakati pada bulan April, menurut media pemerintah.

Terlepas dari serangan tersebut, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa gencatan senjata AS-Iran masih berlaku. Begitu juga media pemerintah Iran melaporkan bahwa situasi saat ini sudah kembali normal.

Adapun, lebih dari seperlima minyak dan gas dunia biasanya melewati Selat Hormuz, yang telah diblokir secara efektif sejak dimulainya perang AS-Israel dengan Iran.

Sebelum konflik dimulai, harga minyak diperdagangkan sekitar 70 per barel dolar AS.

Trump mengatakan kepada wartawan bahwa tiga kapal perusak AS terlibat dalam baku tembak terbaru. Sementara, beberapa kapal kecil Iran telah hancur total dan rudal yang menargetkan kapal-kapal AS sudah ditaklukan.

Trump mengatakan, negosiasi dengan Iran sedang berlangsung, dan mengulangi tuntutan Washington bahwa Teheran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

"Pembicaraan berjalan sangat baik, tetapi mereka harus memahami jika kesepakatan itu tidak ditandatangani, mereka akan mengalami banyak kesulitan," ucap Trump kepada wartawan.

Militer Iran awalnya menuduh AS melanggar gencatan senjata dengan menargetkan kapal-kapal mereka, termasuk kapal tanker minyak, yang bergerak menuju Selat Hormuz, seperti dilaporkan Islamic Republic of Iran Broadcasting.

Disebut bahwa serangan udara juga dilakukan di sepanjang garis pantai dekat selat, yang mendorong pasukan Iran untuk merespons dengan menyerang kapal-kapal militer AS, dan menimbulkan kerusakan signifikan.

Militer AS membantah bahwa kapal-kapalnya telah terkena serangan. Komando Pusat AS juga mengatakan bahwa mereka tidak berupaya untuk meningkatkan konflik.

Topik Menarik