GRIB Jaya Buka Suara usai Dituding Jadi Penyebab Persija Vs Persib Batal di SUGBK
JAKARTA, iNews.id - Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya buka suara usai dituding menjadi penyebab laga Persija vs Persib batal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Minggu (10/5/2026) mendatang. Tudingan itu menyeruak usai GRIB Jaya diketahui akan menggelar perayaan milad ke-15 di Istora Senayan.
Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual mengatakan tudingan itu perlu diluruskan agar tidak menimbulkan polemik liar. Setiap agenda besar yang menggunakan fasilitas-fasilitas negara seperti GBK tidak dapat dilakukan secara mendadak ataupun sepihak.
"Seluruh kegiatan harus melalui tahapan koordinasi panjang bersama pengelola kawasan GBK, aparat keamanan, serta pihak terkait lainnya," ujar Marcel dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).
Dia menyatakan permohonan penggunaan fasilitas untuk acara Milad ke-15 GRIB Jaya sudah diajukan sejak jauh-jauh hari.
"GRIB Jaya tidak berada pada posisi mengetahui bahwa pada tanggal yang sama terdapat agenda pertandingan sepak bola antara Persija Jakarta dan Persib Bandung," ucap dia.
Marcel mengatakan seluruh keputusan terkait pemanfaatan fasilitas dan penjadwalan kawasan GBK merupakan kewenangan pengelola bersama pihak terkait.
"GRIB Jaya menegaskan tetap menghormati seluruh pencinta sepak bola Indonesia dan berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi di media sosial," tutur dia.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta buka suara terkait isu batalnya laga Persija vs Persib di SUGBK lantaran bertepatan dengan acara Milad ke-15 GRIB Jaya. Dia enggan berspekulasi terkait isu tersebut.
"Saya enggak mau berspekulasi karena terus terang saya enggak tahu kalau ada acara GRIB, secara pribadi ya saya enggak tahu," ujar Pramono kepada wartawan, Kamis (7/4/2026).
Politisi PDIP itu juga tidak ingin berpolemik terkait batalnya pertandingan Persija vs Persib di GBK. Dia telah mendengar langsung alasan dari pihak-pihak yang berwenang dalam penyelenggaraan pertandingan.
"Saya tidak mau berpolemik terhadap hal itu karena saya tahu reasoning atau alasan yang disampaikan oleh pihak-pihak yang berkompeten untuk penyelenggaraan ini saya sudah mendengarkan secara langsung," tandas dia.
Kendati demikian, Pramono mengaku kecewa laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 itu dipindahkan ke Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).
"Saya pribadi kecewa karena saya berharap bahwa pertandingan bisa diadakan di Jakarta," ujar Pramono.
Sementara itu, Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, menegaskan kekecewaan mendalam lantaran mereka sudah sangat lama tidak merasakan atmosfer laga klasik tersebut di ibu kota.
“Yang pertama gini, udah pasti yang paling kecewa dengan situasi ini adalah Jakmania. Kenapa? Karena kekecewaan kami sudah 7 tahun kami tidak menggelar pertandingan Persija-Persib di Jakarta. Terakhir 2019 saat itu,” katanya kepada awak media di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Diky menilai, The Jakmania sebenarnya sudah menunjukkan perubahan signifikan dalam hal keamanan dan penerimaan suporter tamu. Dia mencontohkan beberapa laga sebelumnya yang berjalan kondusif tanpa insiden berarti.









