Kadus di Banjarnegara Masuk Rumah Bidan Lewat Jendela, Digeruduk Warga Tuntut Dipecat
BANJARNEGARA, iNews.id - Ratusan warga Desa Gununggiana, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menggeruduk kantor desa untuk menuntut seorang oknum kepala dusun (kadus) dicopot dari jabatannya, Kamis (7/5/2026). Aksi tersebut dipicu dugaan tindakan tidak pantas yang dilakukan perangkat desa terhadap seorang bidan desa.
Suasana di depan kantor Desa Gununggiana sempat memanas saat warga datang dengan penuh emosi dan mengepung area kantor desa. Mereka mendesak pemerintah desa segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum kadus tersebut.
Kasus ini bermula saat oknum kepala dusun diduga masuk ke rumah dinas bidan desa tanpa izin. Pelaku diduga masuk secara diam-diam melalui jendela belakang rumah korban.
Aksi itu dipergoki oleh anak korban yang berada di dalam rumah. Mengetahui aksinya diketahui penghuni rumah, pelaku langsung melarikan diri.
Akibat kejadian tersebut, korban bersama anaknya mengaku mengalami trauma dan ketakutan. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada warga sekitar hingga memicu kemarahan masyarakat.
Merasa marwah desa tercoreng akibat ulah perangkat desa tersebut, warga akhirnya mendatangi kantor desa dan menuntut pelaku segera diberhentikan dari jabatannya.
"Tercoreng marwah desa kami karena ada kejadian tidak baik yang dilakukan oknum kadus. Kami minta keadilan agar kadus mengundurkan diri dari jabatannya," ujar salah seorang warga, Tri Rahardiono, Kamis (7/5/2026).
Proses mediasi antara warga dan pemerintah desa berlangsung tegang dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Warga bahkan mengancam akan terus bertahan hingga ada keputusan resmi terkait pemberhentian oknum kadus tersebut atau pemecatan.
Kepala Desa Gununggiana, Kardiyo, mengatakan pihak desa telah melakukan musyawarah bersama terkait kasus tersebut. Hasilnya, oknum kadus diminta mengundurkan diri dari jabatannya.
"Ini sudah menjadi kesepakatan agar Pak Kadus mengundurkan diri. Memang kadus melakukan tindakan tidak terpuji yakni masuk rumah dinas Ibu Bidan tanpa izin, bukan lewat pintu namun malah loncat dari jendela," katanya.
Hingga kini situasi di Desa Gununggiana dilaporkan mulai kondusif setelah adanya kesepakatan hasil mediasi. Namun warga tetap meminta proses penyelesaian dilakukan secara terbuka dan adil.










