AS Incar Uranium Iran, Tak Sudi Ada Program Nuklir Sekecil Apa pun
WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) mengincar seluruh persediaan uranium yang diperkaya milik Iran dalam proposal kesepakatan damai terbaru. Presiden Donald Trump juga menegaskan, Washington tidak menginginkan program nuklir Iran tetap berjalan, sekecil apa pun, termasuk fasilitas bawah tanah.
Trump mengatakan kesepakatan damai dengan Iran harus mencakup transfer stok uranium Iran langsung ke AS. Selain itu, Teheran diwajibkan menghentikan seluruh program nuklir bawah tanahnya sebagai bagian dari syarat utama perundingan.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan pembekuan pengayaan uranium Iran hingga batas 3,67 persen seperti yang diatur dalam perjanjian nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) tidak lagi cukup bagi AS.
JCPOA diteken Iran bersama AS, Rusia, China, Inggris, Prancis, dan Jerman, pada 2015. Namun Washington, di pemerintahan Trump periode pertama atau pada 2018, keluar dari kesepakatan itu dan kembali menjatuhkan sanksi keras terhadap Teheran.
Trump sebelumnya memberi sinyal kesepakatan damai dengan Iran bisa dicapai dalam waktu seminggu atau sebelum kunjungannya ke China pada 14-15 Mei mendatang untuk bertemu Presiden Xi Jinping.
“Saya kira kita akan memiliki peluang yang sangat baik untuk mencapai kesepakatan lagi,” kata Trump.
Namun dia juga mengingatkan, negosiasi masih bisa gagal. Jika itu terjadi, AS siap kembali menggunakan opsi lama berupa operasi militer besar-besaran terhadap Iran.
“Jika mereka setuju, semuanya selesai, dan jika mereka tidak setuju, kita akan mengebom (lagi),” ujarnya.
Trump juga memastikan tidak akan mengirim utusan khusus untuk membahas kesepakatan damai dengan Iran. Meski demikian dia mengisyaratkan upacara penandatanganan kesepakatan bisa dilakukan di lokasi yang belum diumumkan.









