Trump Mungkin Salahkan Netanyahu jika Perang Lawan Iran Berlanjut, Ganggu Ekonomi Global

Trump Mungkin Salahkan Netanyahu jika Perang Lawan Iran Berlanjut, Ganggu Ekonomi Global

Terkini | inews | Kamis, 7 Mei 2026 - 10:34
share

TEL AVIV, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kemungkinan akan menyalahkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jika perang melawan Iran terus berlanjut dan memicu gangguan ekonomi global. Kekhawatiran itu muncul seiring keyakinan pemerintah Israel bahwa Trump tidak ingin kembali terlibat dalam operasi militer besar terhadap Teheran.

Laporan Al Monitor, mengutip pejabat Israel, menyebutkan Trump melihat konflik berkepanjangan dengan Iran berisiko menimbulkan dampak politik besar serta mengguncang perekonomian dunia. Sumber itu juga mengungkap intensitas komunikasi antara Trump dan Netanyahu mulai berkurang dalam beberapa waktu terakhir.

“Trump mungkin akan menyalahkan Netanyahu atas konflik berkepanjangan dengan Iran,” demikian isi laporan, dikutip Kamis (7/5/2026).

Meski demikian, militer Israel tetap menyiapkan berbagai skenario lanjutan, termasuk kemungkinan melanjutkan perang melawan Iran tanpa keterlibatan langsung AS. Netanyahu bahkan disebut menggelar rapat kabinet setiap malam guna membahas langkah berikutnya menghadapi situasi tersebut.

Sementara itu ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan, ancaman serangan lanjutan dari AS masih mungkin terjadi. Namun dia yakin musuh-musuh Iran tampaknya lebih memilih tekanan ekonomi melalui sanksi dan blokade maritim dibandingkan operasi militer langsung.

Sebelumnya Trump juga memberi sinyal bahwa kesepakatan damai antara AS dan Iran berpeluang diteken dalam waktu sekitar sepekan, sebelum kunjungannya ke China pada 14-15 Mei untuk bertemu Presiden Xi Jinping.

“Saya kira kita akan memiliki peluang yang sangat baik untuk mencapai kesepakatan lagi,” kata Trump, kepada PBS.

Namun Trump mengingatkan, jika negosiasi gagal maka AS bisa kembali menggunakan pendekatan lama berupa operasi militer besar-besaran terhadap Iran.

Topik Menarik