Pemerintah Gandeng Homeless Media jadi Mitra Komunikasi Publik

Pemerintah Gandeng Homeless Media jadi Mitra Komunikasi Publik

Terkini | inews | Kamis, 7 Mei 2026 - 09:12
share

JAKARTA, iNews.id - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) menggandeng homeless media atau New Media Forum sebagai mitra komunikasi publik. Tujuannya untuk memperluas jangkauan komunikasi publik di Indonesia.

"Kehadiran teman-teman New Media mencerminkan upaya Bakom untuk menjangkau publik seluas-luasnya, tidak hanya melalui media konvensional, tetapi juga melalui kanal-kanal digital yang pada hari ini telah menjadi realita media atau realita komunikasi digital sebagai bentuk dari perkembangan teknologi dan sosial kemasyarakatan," kata Kepala Bakom RI Muhammad Qodari dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Qodari menjelaskan New Media Forum merupakan wadah kolaborasi sejumlah pelaku media digital yang sebelumnya dikenal sebagai homeless media dan kini bertransformasi menjadi entitas media baru.

Meski begitu, Qodari menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan standar homeless media agar setara dengan media konvensional, misalnya dalam aspek keseimbangan pemberitaan atau cover both side.

“Beberapa aspek paling mendasar dari media konvensional dan beberapa aspek dari media baru ini yang membedakan dengan media konvensional adalah mengenai beberapa aspek, seperti misalnya cover both side,” ujarnya.

Adapun, platform yang tergabung dalam forum tersebut, antara lain Folkative, Indozone, Dagelan, Indomusikgram, Infipop, USS Feeds, Bapak-bapak ID, Menjadi Manusia, GNFI, Creativox, Kok Bisa, Taubatters, Pandemictalks, Kawan Hawa, Volix, Ngomongin Uang, Big Alpha, Goodstats, Hai Dudu, Proud Project, Kumpul Leaders, CXO Media, The Mapple Media, Melodi Alam, Mahasiswa dan Jakarta, serta Mature Indonesia.

Qodari menilai pendekatan yang dilakukan bukanlah menjauhi New Media, melainkan merangkul mereka agar kualitas dan standar produk yang dihasilkan dapat meningkat mendekati praktik media konvensional.

"Namun, pandangan kami, New Media harus dirangkul agar dapat meningkatkan kualitas dan standar agar produk dari New Media ini makin berkualitas seperti halnya media konvensional," ungkapnya.

"Jadi, justru kalau dijauhi malah susah ngomong kita, iya kan? Tabayyun dulu nih, silaturahmi, kan begitu. Kalau silaturahmi kan nanti poin-poin masukan, saran itu bisa tersampaikan dengan baik," sambung dia.

Qodari menjelaskan sebagian unsur kelembagaan pada New Media telah terbentuk. Sehingga, membedakannya dari akun media sosial biasa yang cenderung anonim.

Dengan kondisi itu, pihaknya menilai pelibatan dan penguatan kolaborasi dengan New Media menjadi langkah untuk mendorong peningkatan kualitas konten sekaligus memperluas efektivitas komunikasi publik pemerintah.

"Dengan realita bahwa New Media sudah punya followers yang cukup besar, mungkin bisa sampai 100 juta dengan views yang bisa mencapai angka miliaran, 4 sampai 6 miliar satu bulan, hemat kami yang terbaik adalah kita bisa engage agar membuat kualitas New Media semakin meningkat," kata Qodari.

Topik Menarik