Nah, Puluhan Anggota DPR AS Desak Trump Jelaskan Program Senjata Nuklir Israel

Nah, Puluhan Anggota DPR AS Desak Trump Jelaskan Program Senjata Nuklir Israel

Terkini | inews | Kamis, 7 Mei 2026 - 06:44
share

WASHINGTON, iNews.id - Politisi Parai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (DPR AS) mendesak Presiden Donald Trump untuk membuka program nuklir Israel.

Lebih dari 30 anggota dewan Partai Demokrat menulis surat kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Marco Rubio yang juga menjabat penasihat keamanan nasional Trump, mendesak agar pemerintahannya secara terbuka mengakui program senjata nuklir rahasia Israel.

Israel sejauh ini tidak pernah secara resmi mengungkap keberadaan program tersebut. Bahkan para pejabat AS telah menghabiskan puluhan tahun mempertahankan ambiguitas soal nuklir Israel. 
Anggota DPR Partai Demokrat, dipimpin oleh Joaquin Castro, mendesak agar era tersebut diakhiri di tengah perang AS-Israel dengan Iran.

"Kita, dalam arti sepenuhnya, berperang berdampingan dengan negara yang program senjata nuklirnya secara resmi ditolak oleh pemerintah Amerika Serikat," tulis para politisi Demokrat, dalam surat.

Disebutkan, risiko salah perhitungan, eskalasi, serta penggunaan nuklir di kawasan bukan sekadar teori, namun bisa dipraktikkan. 

"Kongres memiliki tanggung jawab konstitusional untuk sepenuhnya mengetahui keseimbangan nuklir di Timur Tengah, risiko eskalasi oleh pihak mana pun dalam konflik ini, dan perencanaan serta rencana darurat pemerintah untuk skenario tersebut," demikian isi surat.

Para politisi melanjutkan, Iran menyerang fasilitas nuklir Israel di Kota Dimona selama perang terbaru ini. 

Mereka bertanya kepada Rubio mengenai Dimona, termasuk apakah lokasi tersebut memproduksi bahan fisil untuk bom, seperti plutonium.

Dilanjutkan, mempertahankan kebijakan ambiguitas mengenai program nuklir Israel membuat kebijakan nonproliferasi yang koheren di Timur Tengah menjadi mustahil bagi Iran, Arab Saudi, serta negara lain di kawasan.

"Catatan publik secara kuat dan konsisten mendukung kesimpulan bahwa Israel memiliki senjata nuklir," tulis para politisi.

Partai Demokrat juga mengutip informasi publik yang diungkapkan Mordechai Vanunu, seorang teknisi Pusat Penelitian Nuklir Negev, yang memberikan bukti program senjata nuklir Israel kepada media Inggris pada 1986. Selain itu ada pula penilaian intelijen AS sejak 1974 yang dipublikasikan pada 2008, sebagai bukti bahwa program tersebut memang ada.

Calon Menteri Pertahanan AS saat itu, Robert Gates, saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan, mengatakan Israel memiliki senjata nuklir.

"Mereka dikelilingi kekuatan-kekuatan yang memiliki senjata nuklir, Pakistan di timur, Rusia di utara, Israel di barat, dan kita di Teluk Persia," katanya.

Mantan direktur CIA itu menduduki jabatan tertinggi di Pentagon selama pemerintahan Presiden George W Bush.

Selain itu, para politisi Demokrat juga mendesak Rubio untuk memberi tahu tentang berapa banyak senjata nuklir yang dimiliki Israel, serta hulu ledak dan peluncur nuklir apa yang dimilikinya.

Mereka juga bertanya apakah Israel telah memberi tahu AS tentang doktrin nuklir yang dimilikinya, atau garis merah yang telah ditetapkan untuk penggunaan senjata pemusnah massal tersebut.

Topik Menarik