Jenderal Iran Ceritakan Pasukannya Gagalkan Upaya Militer AS Masuki Isfahan
TEHERAN, iNews.id - Militer Iran mengungkap, pasukan Amerika Serikat (AS) mengalami kekalahan telak saat berusaha memasuki wilayah Isfahan dari udara pada awal April. Saat itu bersamaan dengan momen pencarian pilot jet tempur F-15E AS yang ditembak jatuh sistem pertahanan udara Iran.
Juru Bicara Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia mengatakan, tentaranya berhasil memukul mundur militer AS dalam upaya pencarian pilot.
Menurut Akraminia, militernya juga kehilangan personel akibat pertempuran tersebut. Namun hilangnya nyawa mereka terbayar dengan berhasil mengalahkan pasukan AS.
Akraminia memberikan penghormatan kepada para prajurit dan perwira Angakatan Darat Iran yang gugur selama operasi untuk melawan infiltrasi AS di Isfahan.
Empat prajurit gugur, termasuk Jenderal Masoud Zare, instruktur sekaligus komandan Fakultas Pertahanan Udara Angkatan Darat Iran, yang ikut serta dalam operasi tersebut.
Pada 5 April, ada upaya infiltrasi militer AS di Isfahan. Setelah itu Zare dan unitnya tiba di lokasi. Mereka dengan gagah berani menembak pesawat C-130 Hercules milik AS menggunakan sistem pertahanan portabel yang ditembakkan dari bahu, hingga menghentikan misi penyelamatan AS tersebut. Perlawanan itu juga memaksa pasukan AS melarikan diri dari daerah tersebut.
Akraminia menegaskan, Angkatan Bersenjata Iran tetap siaga penuh, bahkan di masa gencatan senjata. Menurut dia, gencatan senjata tidak jauh berbeda dengan kondisi perang.
Dia menambahkan, perintah telah dikeluarkan oleh Kepala Angkatan Darat Iran Mayor Jenderal Amir Hatami bahwa setiap agresi darat harus dihadapi secara tegas. Tak boleh ada satu personel penjajah yang bisa hidup begitu menginjakkan kaki di tanah Iran.









