Kecewa! Pramono Anung Jelaskan Alasan Persija vs Persib Batal di Jakarta

Kecewa! Pramono Anung Jelaskan Alasan Persija vs Persib Batal di Jakarta

Olahraga | inews | Rabu, 6 Mei 2026 - 18:19
share

JAKARTA, iNews.id – Persija vs Persib batal digelar di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku kecewa namun memilih menjaga keamanan ibu kota.

Pramono menegaskan keputusan tersebut merupakan hasil pertimbangan bersama yang memiliki alasan kuat. Dia tetap menghormati langkah yang diambil meski tidak sesuai harapan banyak pihak.

“Tetapi apapun yang menjadi keputusan bersama tidak dipertandingkan di Jakarta, saya sebagai Gubernur karena ada reasoning atau alasan yang menurut saya sangat-sangat masuk akal,” katanya di Balai Kota Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Dia menilai stabilitas Jakarta menjadi prioritas utama. Menurutnya, menjaga kondisi tetap kondusif jauh lebih penting dibanding memaksakan pertandingan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno atau Jakarta International Stadium.

“Bagaimanapun saya lebih baik menjaga Jakarta tetap adem, ayem, tentrem. Itu yang lebih utama,” tuturnya.


Rasa Kecewa Tak Terhindarkan

Pramono mengakui rasa kecewa tidak hanya dirasakan oleh suporter Persija, tetapi juga dirinya secara pribadi. Dia menyebut perasaan tersebut muncul setelah berdiskusi dengan pihak kepolisian.

“Saya termasuk yang kecewa. Jadi bukan hanya Jakmania atau siapa, saya termasuk yang kecewa. Dan kemarin teman-teman juga tahu saya menerima Kapolda. Jadi intinya saya juga kecewa,” ujarnya.

Keputusan pemindahan venue diumumkan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (I.League), Ferry Paulus, usai rapat koordinasi dengan pihak kepolisian di Mabes Polri.

Pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung akhirnya dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, dan tetap digelar pada Minggu (10/5/2026) pukul 15.30 WIB.


Pertimbangan Keamanan dan Agenda Padat

Ferry menjelaskan banyaknya agenda sepanjang Mei menjadi salah satu faktor utama. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu situasi di luar kepentingan sepak bola.

“Seperti diketahui bulan Mei adalah bulan yang banyak sekali agenda-agenda yang tentunya dikhawatirkan menimbulkan hal-hal yang di luar daripada kewenangan atau keinginan dari aspek sepak bola itu sendiri,” katanya.

Dia juga menyebut sejumlah stadion di Pulau Jawa belum memungkinkan untuk menggelar pertandingan berisiko tinggi seperti Persija kontra Persib.

“Nah, oleh karena itu karena di Jakarta ini adalah kota metropolitan, beberapa tempat kita carikan solusi, karena itu menjadi kewenangan daripada liga, di Jawa, di stadion-stadion yang lain, tetapi memang situasinya juga masih belum terlalu baik untuk digelar,” tuturnya.

Operator kompetisi akhirnya memilih tidak mengambil risiko. Laga dipindahkan ke Kalimantan Timur dengan pertimbangan keamanan dan kesiapan lokasi.

Pertandingan tetap digelar dengan kehadiran penonton, tetapi tanpa suporter tim tamu sesuai hasil koordinasi dengan pihak keamanan.

“Sehingga Liga memutuskan untuk digelar di Kalimantan Timur, ya, di Samarinda tepatnya. Waktunya sama, tanggal 10, jamnya tetap 15.30 WIB. Stadionnya di Stadion Segiri, Samarinda. Tetap dengan suporter, tapi tanpa suporter tamu,” ujar dia.

Topik Menarik