Venue Persija vs Persib Resmi di Segiri, The Jakmania Kecewa: Sudah 7 Tahun Menunggu
JAKARTA, iNews.id – Persija vs Persib resmi digelar di Stadion Segiri, Samarinda, memicu kekecewaan besar dari The Jakmania yang kembali gagal menyaksikan langsung di Jakarta.
Kepastian venue pertandingan pekan ke-32 Super League 2025-2026 akhirnya diumumkan Direktur Utama I.League, Ferry Paulus. Laga panas Persija Jakarta melawan Persib Bandung dijadwalkan berlangsung di Stadion Segiri, Kalimantan Timur pada Minggu (10/5/2026).
Keputusan ini langsung menuai reaksi dari kelompok suporter Persija, The Jakmania. Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, menegaskan kekecewaan mendalam lantaran mereka sudah sangat lama tidak merasakan atmosfer laga klasik tersebut di ibu kota.
“Yang pertama gini, udah pasti yang paling kecewa dengan situasi ini adalah Jakmania. Kenapa? Karena kekecewaan kami sudah 7 tahun kami tidak menggelar pertandingan Persija-Persib di Jakarta. Terakhir 2019 saat itu,” katanya kepada awak media di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Sudah Berbenah, Tapi Tetap Tak Dipercaya
Diky menilai, The Jakmania sebenarnya sudah menunjukkan perubahan signifikan dalam hal keamanan dan penerimaan suporter tamu. Dia mencontohkan beberapa laga sebelumnya yang berjalan kondusif tanpa insiden berarti.
“Itu kan sudah dilihat bagaimana ketika teman-teman Solo, teman-teman Malang, teman-teman Jepara, teman-teman Jogja, bahkan teman-teman Surabaya pun datang ke Jakarta, mereka pulang dengan aman dan nyaman,” tuturnya.
Dia menambahkan, komitmen menjaga ketertiban selalu menjadi prioritas utama bagi The Jakmania, terutama saat Persija bermain di kandang sendiri.
“Dari situ kita bisa terlihat bagaimana Jakmania memang konsen sekali untuk menjaga keamanan dan ketertiban apalagi di kotanya, apalagi di Jakarta gitu loh,” imbuhnya.
Hormati Keputusan, Tapi Minta Keadilan
Meski kecewa, Diky menyebut pihaknya tetap menghormati keputusan operator kompetisi. Dia mengakui kondisi ini bukan hal baru dan sudah sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
“Nah, yang kedua memang pada akhirnya kan kami harus menghormati keputusan ini. Keputusan yang memang tidak mudah bagi Jakmania, cuma ya memang ini memang sudah berlangsung hampir setiap tahun apalagi setelah era 2020,” ujarnya.
Dia juga menyinggung adanya pertimbangan dari berbagai pihak yang membuat laga ini tidak digelar di Jakarta.
“Tapi ya ternyata memang keputusannya ada atensi dari pimpinan, ada atensi dari berbagai pihak bahwa memang mungkin ada hal-hal yang dikhawatirkan menimbulkan berefek yang luar biasa ketika pertandingan Persija-Persib berlangsung di Jakarta. Dan ya itulah pada akhirnya kami harus menghormati keputusan ini gitu loh, ya walaupun kami tetap berharap ada sisi keadilan juga,” jelasnya.
Diky berharap, pemindahan venue tidak menghilangkan hak The Jakmania untuk tetap mendukung langsung tim kesayangan mereka di stadion, di mana pun pertandingan digelar.
“Sisi keadilan juga bahwa ya kami okelah kita enggak bisa main di Jakarta, tapi main di mana pun harus pakai penonton. Karena insyaallah ya teman-teman Jakmania juga berhak untuk menonton ya,” pungkasnya.








