Iran-AS Saling Serang di Selat Hormuz, Menhan Hegseth: Gencatan Senjata Belum Berakhir

Iran-AS Saling Serang di Selat Hormuz, Menhan Hegseth: Gencatan Senjata Belum Berakhir

Terkini | inews | Rabu, 6 Mei 2026 - 05:35
share

WASHINGTON, iNews.id - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat di Selat Hormuz, di tengah status gencatan senjata yang disebut masih berlaku.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan, kesepakatan tersebut belum berakhir, meski kedua pihak terlibat saling serang di jalur perairan strategis itu.

Menurut Hegseth, situasi di lapangan memang memicu ketegangan, namun bukan berarti gencatan senjata telah runtuh. 

“Tidak, gencatan senjata belum berakhir. Ini adalah proyek terpisah dan berbeda, dan kami memang telah memperkirakan akan ada gejolak di awal, yang memang terjadi,” ujarnya, dikutip dari Sputnik, Rabu (6/5/2026).

Proyek Kebebasan merupakan inisiatif yang diumumkan Presiden Donald Trump pada Minggu (3/5/2026) untuk membantu evakuasi kapal-kapal komersial yang terjebak di Selat Hormuz.

Di sisi lain, AS masih membuka kemungkinan melancarkan serangan terhadap Iran jika kesepakatan damai tidak tercapai. 

Hegseth mengungkapkan, Trump tetap mempertahankan opsi untuk memulai kembali operasi militer skala besar terhadap Iran.

“Presiden mempertahankan kesempatan dan kemampuan, lebih banyak kemampuan daripada yang kita miliki sejak awal lalu, untuk memulai kembali operasi besar-besaran jika perlu,” kata Hegseth.

Menurut dia, Departemen Pertahanan AS siap bertindak apabila Iran tidak menunjukkan kesediaan untuk mencapai kesepakatan damai.

Sementara itu, AS juga masih memberlakukan blokade maritim terhadap Iran, dengan melarang kapal-kapal keluar-masuk pelabuhan negara tersebut. Kebijakan ini semakin memperumit kondisi di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.

Topik Menarik