Dilaporkan 40 Ormas Islam ke Polisi, Ade Armando: Saya Enggak Bersalah

Dilaporkan 40 Ormas Islam ke Polisi, Ade Armando: Saya Enggak Bersalah

Terkini | inews | Selasa, 5 Mei 2026 - 16:42
share

JAKARTA, iNews.id - Pegiat media sosial, Ade Armando menegaskan dirinya tak bersalah saat mengungkit cuplikan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK). Dia mengklaim tak bermaksud mengadu domba atau memprovokasi pihak mana pun.

Pernyataan itu sekaligus merespons langkah 40 ormas Islam yang melaporkan dirinya ke Bareskrim terkait peredaran video ceramah JK soal mati syahid.

"Saya yakin juga laporan terhadap saya juga tidak akan dicabut nih, akan terus. Tapi saya merasa bahwa saya enggak bersalah kok. Saya tidak pernah mengadu domba, memprovokasi, menghasut siapa pun, bahkan untuk membenci JK nggak pernah. Jadi saya tetap yakin dengan sikap saya," ujar Ade.

Ade menilai, pelaporan terhadap dirinya terasa berbeda. Dia merasa ada serangan ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

"Serangannya itu bukan hanya ke saya. Buat saya untuk pertama kalinya serangannya diarahkan kepada PSI. Nama PSI berulang kali disebut," ucap Ade.

Bahkan, kata dia, PSI telah mendapat surat ancaman. "Kita baca sama-sama surat-suratnya yang mengatakan bahwa, 'enggak bisa nih selama Ade Armando masih ada di sana, kita enggak akan dukung PSI.' Karena tuduhannya adalah penodaan agama bahwa saya menghina Islam," ucap Ade.

Sebelumnya diberitakan, Ade Armando mengundurkan diri dari PSI. Langkah ini diambil lantaran Ade tak ingin PSI terseret polemik dengan Jusuf Kalla.

"Tidak ada konflik di antara saya dengan PSI, tapi saya mundur menurut saya demi kebaikan bersama," kata Ade.

Ade menjelaskan, jalan politiknya ini ditempuh agar PSI tak terus dikaitkan dengan kontroversi yang kerap menimpanya. Termasuk, kasus Ade dengan JK.

Topik Menarik