112 Bocah Hampir Direkrut Lewat Game Roblox, BNPT Bongkar Modusnya

112 Bocah Hampir Direkrut Lewat Game Roblox, BNPT Bongkar Modusnya

Terkini | inews | Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:24
share

JAKARTA, iNews.id – Ancaman serius menghantui anak-anak di dunia digital. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkap sebanyak 112 anak nyaris direkrut ke jaringan terorisme melalui platform game Roblox.

Kepala BNPT Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) atas langkah tegas bersama Roblox dalam menutup celah berbahaya. Salah satunya dengan menghapus fitur komunikasi langsung antara anak dan orang asing.

“Ini juga merupakan tindak lanjut dari hasil pencegahan daripada BNPT dan aparat penegak hukum khususnya di bidang terorisme yang beberapa waktu lalu kami sudah melakukan pencegahan terhadap proses rekrutmen 112 anak melalui media Roblox,” kata Eddy dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Kamis (30/4/2026).

Dia mengingatkan, fitur chat dalam game bisa menjadi pintu masuk kejahatan melalui metode “digital grooming”. Pelaku memanfaatkan interaksi sederhana untuk mendekati anak-anak tanpa disadari.

“Di sinilah yang bisa dijadikan sarana untuk kalau istilah kami adalah digital grooming. Oleh sebab itu dengan adanya hari ini kami berterima kasih banyak yang luar biasa kepada Menteri Komdigi,” ujarnya.

BNPT mengungkap, proses rekrutmen dimulai dengan membangun kedekatan emosional lewat kesamaan hobi. Anak-anak diajak merasa nyaman dan memiliki keterikatan dengan pelaku.

“Jadi pertama tahapannya kalau tadi melalui voice chat, pertama adalah istilah kami adalah digital grooming. Di sini digital grooming ini dijadikan tempat untuk sarana membangun empati, sama-sama kita satu hobi,” kata Eddy.

Setelah itu, korban diarahkan untuk merasa satu nasib dan perlahan dipengaruhi. Komunikasi kemudian dipindahkan ke platform lain seperti WhatsApp atau Telegram untuk memperkuat doktrin.

“Nah, setelah digital transformasi ini dilakukan dan mereka satu grup misalkan dalam main game itu sama-sama merasa satu senasib, satu hobi misalkan baru nanti diundang keluar. Di sosial atau di platform yang lain seperti di WhatsApp ataupun di Telegram,” ujarnya.

Upaya pencegahan berhasil dilakukan sejak awal 2025. Namun, BNPT menegaskan ancaman terhadap anak-anak masih nyata jika pengawasan orang tua lemah.

“Ya, jadi awal-awal tahun 2025 kami sudah juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa kami sudah melakukan pencegahan. Sehingga orang tua juga mungkin diberikan edukasi, literasi terhadap bahayanya anak ketika bermain game, salah satunya adalah Roblox,” kata Eddy.

BNPT kini juga menggencarkan edukasi langsung ke sekolah-sekolah dari tingkat SD hingga SMA. Tujuannya agar anak-anak lebih waspada dan tidak mudah terjerumus dalam jebakan dunia digital.

“Sehingga dengan adanya seperti ini dan sekarang kami juga sudah masuk edukasi kepada setiap sekolahan, sekolah SD, SMA supaya anak-anak ini juga alert mengetahui tentang bagaimana bahayanya kalau Roblox ini disalahgunakan gitu,” kata Eddy.

Topik Menarik