Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Tolak Jabat Tangan Pejabat Israel di Kongres FIFA

Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Tolak Jabat Tangan Pejabat Israel di Kongres FIFA

Olahraga | inews | Jum'at, 1 Mei 2026 - 19:22
share

VANCOUVER, iNews.id – Kongres FIFA di Vancouver memanas setelah Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA), Jibril Rajoub, menolak berjabat tangan dengan perwakilan Israel dalam momen yang penuh ketegangan.

Insiden itu terjadi saat Presiden FIFA Gianni Infantino memanggil kedua pihak ke atas panggung. Dia berusaha mendekatkan Presiden PFA, Jibril Rajoub, dengan Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA), Basim Sheikh Suliman.

Namun upaya tersebut tidak berhasil. Rajoub menolak untuk mendekat dan berdiri berdampingan dengan Suliman di hadapan peserta kongres.

Infantino sempat menyentuh lengan Rajoub sambil memberi isyarat agar dia mendekat. Akan tetapi, ajakan itu tidak direspons sesuai harapan.

Menurut Wakil Presiden PFA, Susan Shalabi, penolakan itu berkaitan dengan situasi yang sedang terjadi. Dia menyampaikan alasan sikap tersebut saat berbicara kepada Reuvters.

“Saya tidak bisa berjabat tangan dengan seseorang yang dibawa Israel untuk menutupi fasisme dan genosida mereka. Kami sedang menderita,” ujarnya.

Seruan Sanksi dan Kritik untuk FIFA

Dalam forum tersebut, Infantino tetap mendorong kedua pihak untuk bekerja sama. Dia menekankan pentingnya persatuan demi masa depan sepak bola.

“Kita akan bekerja bersama, Presiden Rajoub, Wakil Presiden Suliman. Mari bekerja sama untuk memberi harapan kepada anak-anak. Ini masalah yang kompleks,” katanya.

Setelah kongres berakhir, Shalabi mengkritik pendekatan tersebut. Dia menilai ajakan berjabat tangan tidak menghormati isi pidato Rajoub.

“Ditempatkan dalam situasi untuk berjabat tangan setelah semua yang disampaikan, itu menghilangkan tujuan dari pidato yang disampaikan,” tuturnya.

Dia menjelaskan Rajoub telah berbicara selama sekitar 15 menit. Fokusnya terkait aturan dan potensi pelanggaran terhadap hak asosiasi anggota.

Rajoub juga menyampaikan sikapnya secara langsung. Dia menegaskan tetap menghormati prosedur hukum, namun meminta tindakan tegas terhadap Israel.

“Saya menolak berjabat tangan. Olahraga adalah olahraga, itu harus dihormati. Namun jika pihak lain mewakili sosok seperti Bibi dan menggambarkannya seolah tanpa cela, bagaimana saya bisa berjabat tangan atau berfoto?” ujarnya.

Dia juga menilai Infantino berhak mencoba menjembatani perbedaan. Namun dia merasa penderitaan rakyat Palestina belum sepenuhnya dipahami.

Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Palestina mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Banding tersebut terkait keputusan FIFA yang tidak menjatuhkan sanksi kepada Israel.

FIFA menyatakan tidak akan mengambil tindakan terhadap klub Israel yang berbasis di permukiman Tepi Barat. Keputusan itu didasarkan pada status hukum wilayah tersebut yang masih belum tuntas dalam hukum internasional.

Insiden lain terjadi saat Rajoub dan Shalabi meninggalkan lokasi kongres. Mereka mendapat pertanyaan dari demonstran yang menyinggung isu Iran dan Piala Dunia.

“Apakah itu membuat Anda harus mendukung IRGC karena Anda memiliki masalah dengan Israel?” tanya seorang demonstran.

“Kami tidak mendukung siapa pun, kami hanya ingin dukungan dari komunitas internasional,” kata Rajoub.

Topik Menarik