IHSG Sepekan Anjlok 2,42 Persen, Kapitalisasi Pasar Menyusut Jadi Rp12.382 Triliun

IHSG Sepekan Anjlok 2,42 Persen, Kapitalisasi Pasar Menyusut Jadi Rp12.382 Triliun

Ekonomi | inews | Jum'at, 1 Mei 2026 - 14:21
share

JAKARTA, iNews.id - Pasar modal Indonesia menutup perdagangan periode 27-30 April 2026 di zona negatif. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), mayoritas indikator perdagangan menunjukkan penurunan signifikan di tengah dinamika pasar yang fluktuatif sepanjang pekan ini.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG selama sepekan mengalami tekanan yang cukup dalam dibandingkan posisi pada penutupan pekan sebelumnya.

“Perubahan terjadi pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan sebesar 2,42 persen sehingga ditutup pada level 6.956,804, dari posisi 7.129,490 pada pekan lalu,” kata Kautsar dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).

Seiring dengan melemahnya IHSG, kapitalisasi pasar BEI tercatat menyusut sebesar 2,78 persen, dari Rp12.736 triliun pada pekan lalu menjadi Rp12.382 triliun. 

Penurunan ini juga diikuti oleh melesunya aktivitas transaksi harian di bursa. Rata-rata nilai transaksi harian pekan ini turun 6,81 persen menjadi Rp18,27 triliun. 

Penurunan paling tajam terlihat pada rata-rata volume transaksi harian yang anjlok 17,32 persen menjadi 37,11 miliar lembar saham, serta frekuensi transaksi yang turun 15,02 persen menjadi 2,34 juta kali transaksi.

Sementara itu, tekanan jual oleh investor asing masih berlanjut. Pada hari terakhir perdagangan, asing mencatatkan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp1,486 triliun.

"Sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp49,874 triliun," tuturnya.

Di tengah koreksi pasar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah RI meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) pada Senin (27/4/2026).

Langkah ini diambil untuk memperdalam pasar modal Indonesia serta mendorong budaya investasi rutin yang sehat bagi masyarakat, khususnya investor pemula.

BEI mendukung penuh inisiatif ini sebagai langkah mempercepat inklusi investasi dan meningkatkan akses pasar modal melalui dukungan 30 Manajer Investasi serta 26 Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD).

Topik Menarik