Demo Tolak Revitalisasi Tambak, Petani Indramayu Hadiahi Biawak ke Bupati Lucky Hakim

Demo Tolak Revitalisasi Tambak, Petani Indramayu Hadiahi Biawak ke Bupati Lucky Hakim

Nasional | inews | Kamis, 30 April 2026 - 20:32
share

INDRAMAYU, iNews.id – Ratusan petani tambak yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (Kompi) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (30/4/2026). Dalam aksi ini, massa membawa simbol perlawanan unik berupa tiga ekor biawak berukuran besar sebagai hadiah sekaligus peringatan bagi pemerintah daerah.

Massa mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu untuk menolak program revitalisasi tambak yang masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) karena dianggap mengancam keberlangsungan hidup warga pesisir. 

Tiga ekor biawak yang dibawa massa merupakan reptil penghuni Pulau Biawak Indramayu. Hewan tersebut sengaja dihadiahkan kepada Bupati Lucky Hakim sebagai simbol peringatan agar pemimpin senantiasa berpihak kepada rakyat, terutama masyarakat pesisir yang kini merasa terancam.

"Biawak ini merupakan simbol perlawanan sekaligus peringatan jika pemimpin harus berpihak kepada masyarakat, khususnya warga pesisir," kata peserta aksi.

Selain membawa hewan reptil, massa juga membentangkan berbagai spanduk berisi kecaman dan penolakan keras terhadap proyek revitalisasi tambak di kawasan Pantai Utara. Sebagai bentuk permohonan keadilan, para demonstran juga menggelar istigasah atau doa bersama di lokasi aksi agar para petani tambak terlindungi dari dampak buruk proyek tersebut.

Koordinator aksi Kompi, Hatta menegaskan, kebijakan revitalisasi ini berpotensi membuat petani kehilangan mata pencaharian utama mereka yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi keluarga.

Aksi yang berlangsung selama hampir dua jam tersebut berjalan dengan kondusif. Setelah menyampaikan tuntutannya, massa membubarkan diri dengan tertib di bawah pengawalan petugas.

Namun, Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu menegaskan akan kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan massa yang lebih besar jika aspirasi dan tuntutan mereka untuk menghentikan revitalisasi tambak tidak segera digubris oleh pemerintah.

Topik Menarik