5 Relawan Indonesia Berani Tembus Blokade Gaza, Gabung Misi Laut Terbesar Dunia!
JAKARTA, iNews.id – Lima relawan Indonesia kembali bergabung dalam misi Global Sumut Flotila ke Gaza untuk menembus blokade dan mengirim bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina.
Kelima relawan tersebut berangkat dari Jakarta menuju Turki bersama enam awak media pada Kamis (30/4/2026) hari ini. Dari sana, mereka akan melanjutkan perjalanan laut menuju Jalur Gaza bersama ratusan aktivis dari berbagai negara.
Misi ini menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan global yang melibatkan masyarakat sipil dunia. Tujuan utama mereka jelas, yakni mengantarkan bantuan bagi warga Gaza yang hingga kini masih berada dalam kondisi krisis kemanusiaan berat.
Kondisi di Gaza masih memprihatinkan dengan akses bantuan yang sangat terbatas. Jalur darat dinilai sulit ditembus, sehingga jalur laut menjadi alternatif yang dipilih untuk menyalurkan bantuan secara langsung.
Herman Budianto, salah satu relawan, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut.
“Gaza sampai sekarang masih mengalami genosida. Kita sebagai manusia tidak akan pernah rela melihat kondisi seperti itu,” ujarnya.
Setelah Kalahkan Timnas Indonesia, Bulgaria Alihkan Fokus ke UEFA Nations League 2026-2027!
Dia menegaskan situasi tersebut membuat banyak pihak tidak bisa tinggal diam. “Kita tidak akan pernah merasa tenang melihat saudara-saudara kita mengalami kondisi seperti itu,” tuturnya.
Misi Laut Berisiko Tinggi Demi Bantuan Kemanusiaan
Para relawan menyadari risiko besar yang mengintai perjalanan laut menuju Gaza. Namun, mereka tetap memilih jalur tersebut karena dinilai memiliki peluang untuk menembus blokade dan menyalurkan bantuan.
“Bantuan sangat sulit masuk melalui jalur darat, jadi harus dicari alternatif lain. Salah satunya jalur laut,” kata Herman.
Dia menambahkan harapan besar tetap ada meski risiko tinggi. “Mudah-mudahan dengan jalur laut ini, walaupun risikonya besar, ada kemungkinan bantuan bisa tetap masuk,” ungkapnya.
Global Sumut Flotila dikenal sebagai gerakan maritim terbesar yang melibatkan warga sipil dunia. Lebih dari 80 kapal dikerahkan dalam misi ini.
Selain itu, sekitar 1.000 aktivis, pengacara, dan tenaga medis dari puluhan negara ikut ambil bagian dalam upaya kemanusiaan tersebut.
Seluruh peserta memiliki tujuan yang sama, yakni menyalurkan bantuan dan membuka akses kemanusiaan bagi warga Gaza yang masih menghadapi krisis berkepanjangan.









