Gaji Reza Gladys Rp6,7 Miliar per Bulan? Faktanya Mengejutkan!
JAKARTA, iNews.id – Angka fantastis Rp6,7 miliar yang sempat dikaitkan dengan gaji dokter Reza Gladys akhirnya terungkap di persidangan. Melalui kuasa hukumnya, pihak Reza menegaskan fakta di balik kabar tersebut.
Menurut kuasa hukum Reza Gladys, nominal tersebut bukanlah gaji bulanan, melainkan akumulasi penghasilan dari aktivitas digital seperti TikTok dan Shopee. Seperti apa informasi selengkapnya?
Klarifikasi ini disampaikan dalam sidang Perbuatan Melawan Hukum (PMH) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026), dengan agenda pemeriksaan bukti tambahan serta saksi dari pihak tergugat.
Kuasa hukum Reza, Surya Batubara, menegaskan bahwa narasi gaji Rp6,7 miliar telah melenceng jauh dari fakta.
"Masalah status gaji Dokter Reza, jelas kami tegaskan, kami tidak pernah membuktikan gaji Dokter Reza itu Rp6 sekian miliar. Tetapi itu adalah penghasilan dari TikTok dan Shopee. Jadi bukan gaji," tegas Surya usai persidangan.
Menurut dia, angka besar tersebut merupakan hasil dari berbagai sumber pendapatan digital, termasuk penjualan dan monetisasi konten, bukan penghasilan tetap seperti yang selama ini diasumsikan publik.
"Siapa punya gaji Rp6 sekian miliar? Kalian tidak memahami sih. Zaman sekarang ini kan zaman canggih, zaman teknologi canggih," tambahnya.
Surya juga menyayangkan berkembangnya opini yang dinilai menggiring persepsi masyarakat seolah-olah kliennya menerima gaji fantastis setiap bulan. Dia menilai, kesalahpahaman ini muncul karena minimnya pemahaman publik terhadap cara kerja ekonomi digital saat ini.
"Jangan masyarakat ini dibentuk opini seakan-akan bahwa itu gaji. Bukan gaji, tapi penghasilan dari TikTok dan Shopee, hasil penjualan," ujarnya lagi.
Kasus ini sendiri merupakan bagian dari perkara hukum antara Reza Gladys dan Nikita Mirzani yang kini masih bergulir di pengadilan. Sidang demi sidang tak hanya mengungkap fakta hukum, tetapi juga membuka tabir bagaimana besar dan kompleksnya sumber penghasilan di era digital.
Fenomena ini pun langsung menyita perhatian publik. Angka miliaran rupiah yang awalnya memicu kehebohan kini justru berbalik menjadi bahan diskusi baru, benarkah dunia digital bisa menghasilkan uang sebesar itu?
Di balik angka Rp6,7 miliar, ada ekosistem panjang, mulai dari konten, engagement, algoritma, hingga strategi penjualan. Artinya, penghasilan tersebut bukan datang tiba-tiba, melainkan hasil dari aktivitas bisnis digital yang terstruktur.
Narasi gaji miliaran yang sempat viral kini berubah arah. Publik mulai menyadari bahwa lanskap pekerjaan telah bergeser. Penghasilan tak lagi selalu datang dari kantor atau slip gaji, melainkan bisa berasal dari platform digital yang dikelola secara serius.










