Cerita Sri Mulyani Naik KA Argo Bromo Sehari sebelum Kecelakaan Maut di Bekasi
JAKARTA, iNews.id - Mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyampaikan dukacita mendalam atas kecelakaan tragis yang melibatkan kereta api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Bekasi pada Senin (27/4/2026).
Sri Mulyani menceritakan, pada Minggu (26/4/2026) atau sehari sebelum kecelakaan yang menewaskan 15 orang itu, dirinya melakukan perjalanan menggunakan KA Argo Bromo Anggrek dari Semarang menuju Jakarta. Hal ini membuatnya merasa sangat terpukul dan merasakan kedekatan emosional dengan musibah tersebut.
"Innalillahi wainnailaihi rojiun. Semua adalah milik Yang Maha Kuasa dan semua akan kembali kepada Allah SWT. Sungguh turut merasakan dukacita mendalam atas kecelakaan tabrakan tragis Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter di Bekasi pada hari Senin 27 April 2026," tulis Sri Mulyani di akun Instagram @smindrawati, Selasa (28/4/2026).
Dia menyebut, keberadaannya di Stasiun Gambir sehari sebelumnya merupakan pengingat akan rahasia takdir.
"Sehari sebelumnya (Minggu-26 April 2026) saya naik kereta api yang sama Argo Bromo Anggrek dari Stasiun Tawang Semarang menuju Stasiun Gambir Jakarta. Waktu hanya Allah yang Maha Tahu," ujarnya.
Tak hanya berbagi cerita pribadi, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini memanjatkan doa terbaik bagi seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang tengah menjalani perawatan medis akibat luka-luka.
Dia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi ujian berat ini.
Sebelumnya, RS Polri Kramat Jati berhasil mengidentifikasi 10 jenazah korban kecelakaan Kereta Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Identifikasi dilakukan berdasarkan hasil rekonsiliasi data.
"Berdasarkan hasil rekonsiliasi data, 10 jenazah yang ada telah berhasil teridentifikasi," ujar Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri Kramat Jati Brigjen Prima Heru Yulihartono kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).










