Kemenhub Ancam Bekukan Izin Taksi Green SM buntut Kecelakaan Kereta Api di Bekasi
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan mengancam pembekuan izin operasional angkutan taksi online Xanh SM atau Green SM usai kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Bekasi pada Senin (27/4/2026). Salah satu taksi Green SM diduga memicu kecelakaan tersebut.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan mengatakan, pihaknya telah melayangkan panggilan terhadap manajemen Green SM untuk klarifikasi pascakecelakaan.
"Kami telah membentuk tim khusus ini untuk mendalami keterlibatan taksi Xanh SM termasuk sisi perizinannya, kelengkapan administrasi, pemenuhan standar keselamatan, hingga kepatuhan pada ketentuan operasional angkutan umum," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (28/4/2026).
Dirjen Aan mengatakan, pihaknya akan mengklarifikasi, mendalami serta menindak apabila menemukan pelanggaran terhadap ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 85 Tahun 2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum dan PM 117 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek.
Dia menyebut, sanksi administrasi bukan tidak mungkin diberikan seusai tingkat pelanggaran, mulai dari surat peringatan, pembekuan izin sementara hingga pencabutan izin.
"Kami akan melihat apabila terdapat pelanggaran terhadap ketentuan operasional angkutan umum, maka sanksi administrasi akan diberikan secara proposional sesuai aturan yang ada," tambahnya.
Sebelumnya, taksi listrik Green SM Indonesia buka suara terkait kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Manajemen Green SM Indonesia mengaku prihatin. Manajemen menjelaskan taksi yang mogok dan tertabrak kereta itu dalam keadaan kosong.
"Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas. Pada saat kejadian, tidak terdapat penumpang di dalam kendaraan, dan mitra pengemudi dapat keluar dengan selamat sebelum terjadinya tabrakan," ucap manajemen dalam keterangannya.
Kini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan pihak berwajib terkait penyelidikan kecelakaan tersebut. Pihak taksi berjanji akan kooperatif dalam proses itu.
Green SM berkomitmen, keselamatan merupakan prioritas utama. Oleh karena itu, Green SM Indonesia akan meningkatkan layanan.










