Kejurnas ORADO 2026 Masuk 8 Besar, Persaingan Makin Panas

Kejurnas ORADO 2026 Masuk 8 Besar, Persaingan Makin Panas

Olahraga | inews | Minggu, 26 April 2026 - 09:00
share

BOGOR, iNews.id - Kejurnas ORADO 2026 resmi memasuki babak delapan besar, menandai peta kekuatan atlet domino nasional mulai terbuka di JSI Resort, Megamendung, Jawa Barat. Persaingan antarprovinsi kini mengerucut menuju fase gugur yang semakin kompetitif.

Turnamen yang berlangsung pada 24-26 April 2026 ini diikuti 27 provinsi dengan total 205 atlet. Komposisinya terdiri dari 139 atlet kategori senior dalam 48 tim dan 66 atlet kategori junior dalam 24 tim.

Kehadiran sekitar 30 Ketua Pengurus Provinsi ORADO dari seluruh Indonesia ikut mempertegas ajang ini bukan sekadar kompetisi. Forum ini juga menjadi ruang konsolidasi organisasi dalam memperkuat fondasi olahraga domino nasional.

Ketua Umum PB ORADO, Yooky Tjahrial, menilai dinamika pertandingan hari kedua mencerminkan hasil pembinaan yang berjalan di berbagai daerah. Dia menegaskan proses panjang di daerah mulai terlihat di level nasional.

"Dengan keterlibatan 38 provinsi dan ratusan pengurus cabang, kita mulai melihat lahirnya atlet-atlet yang memiliki kualitas dan daya saing. Ini menjadi bukti bahwa domino bisa berdiri sebagai olahraga strategi yang profesional,” kata Yooky.

Dia juga menegaskan arah besar organisasi dalam membangun ekosistem domino nasional yang lebih kuat dan terstruktur.

"Kita sedang membangun ekosistem. Kejurnas ini bukan akhir, tetapi awal untuk menuju pengakuan yang lebih luas, termasuk menjadi bagian dari KONI. Semangat ‘memintarkan Indonesia’ kita wujudkan melalui olahraga yang mengedepankan kecerdasan dan strategi,” katanya.

Secara organisasi, ORADO menunjukkan perkembangan pesat. Struktur kepengurusan sudah terbentuk di 38 provinsi dengan dukungan 357 Pengurus Cabang. Sebanyak 25 Pengurus Provinsi aktif menjalankan program seperti rapat kerja dan kejuaraan daerah.

Daftar 8 Besar Mulai Terbentuk

Memasuki fase utama, babak kualifikasi menghasilkan delapan tim terbaik kategori senior yang lolos ke fase gugur. Tim tersebut berasal dari Sumatera Selatan A, Jawa Barat A, Jambi B, Lampung A, Lampung B, Banten B, Bangka Belitung B, dan Jawa Timur C.

Pada kategori junior, persaingan tidak kalah ketat. Delapan tim terbaik berasal dari Sumatera Selatan A, Jawa Barat A, Sulawesi Selatan, Jambi, Sumatera Selatan B, Papua Barat Daya, Jawa Timur B, dan Kalimantan Selatan.

Ketua Harian PB ORADO, Giri Bayu Kusumah, memastikan seluruh pertandingan berjalan sesuai sistem yang telah dirancang untuk menjaga kualitas kompetisi.

“Seluruh tahapan pertandingan di hari kedua berjalan sesuai sistem yang telah disiapkan. Konsistensi dalam penerapan aturan menjadi kunci agar pertandingan berlangsung adil, kompetitif, dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Giri.

Ketua Bidang Humas PB ORADO, Henry Kurnia Adhi atau Jhon LBF, melihat nilai lain di balik kompetisi ini. Dia menilai kejurnas memperkuat hubungan antarprovinsi melalui olahraga domino.

“Kita melihat bagaimana domino bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga membangun konektivitas antarprovinsi. Ada semangat persaudaraan yang kuat, dan ini menjadi kekuatan utama ORADO dalam mengembangkan olahraga domino sebagai olahraga yang inklusif dan berkarakter,” jelas Jhon.

Apresiasi juga datang dari KONI Pusat melalui Wakil Sekretaris Jenderal, Mayjen TNI (Purn) Erdi Lumintang, yang mewakili Ketua Umum Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman dalam agenda tersebut.

“Kami mengapresiasi terselenggaranya Kejurnas ORADO sebagai langkah awal dalam menghadirkan olahraga yang memiliki karakter strategi dan kecerdasan. Ini menjadi momentum penting bagi ORADO untuk membangun fondasi sebagai cabang olahraga yang terstruktur,” ujar Erdi.

Topik Menarik