Kecanduan Konten Video Pendek Pengaruhi Fungsi Otak, Begini Kata Dokter

Kecanduan Konten Video Pendek Pengaruhi Fungsi Otak, Begini Kata Dokter

Gaya Hidup | inews | Sabtu, 25 April 2026 - 21:28
share

JAKARTA, iNews.id – Maraknya konten video pendek di media sosial membuat masyarakat kini semakin sering mengonsumsinya. Namun di balik kemudahan hiburan tersebut, muncul dampak yang tidak bisa dianggap sepele, terutama terhadap fungsi otak.

Fenomena ini disoroti dokter sekaligus influencer kesehatan, Adam Prabata, melalui cuitannya di media sosial X. Dia mengaku awalnya menganggap kebiasaan menonton video pendek di ponsel hanya sebagai hiburan untuk mengisi waktu luang.

Namun setelah membaca sebuah jurnal penelitian, dia menemukan adanya potensi dampak serius dari kebiasaan tersebut. Studi yang dilakukan di Tiongkok terhadap 48 responden itu meneliti hubungan antara kebiasaan menonton video pendek dengan fungsi atensi dan kontrol diri, termasuk melalui pemeriksaan EEG.

“Hasilnya cukup bikin kaget,” tulis Adam.

Dia menjelaskan, semakin sering seseorang menonton video pendek, kemampuan otak untuk mengontrol diri cenderung menurun. Selain itu, fungsi eksekutif otak yang berkaitan dengan perhatian atau atensi juga ikut terdampak.

Menurutnya, karakter video pendek yang cepat dan singkat membuat otak terbiasa dengan stimulasi tinggi. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan seseorang kesulitan mempertahankan fokus dalam durasi yang lebih lama.

“Semakin tinggi tingkat kecanduan nonton short video di smartphone, berasosiasi dengan semakin rendah self-control,” katanya.

Cuitan tersebut langsung ramai mendapat respons dari warganet yang merasa mengalami hal serupa. Sebagian mengaku mulai malas menonton video berdurasi panjang, sementara lainnya merasa lebih cepat bosan saat membaca buku.

“Jujur, memang sedikit kurangnya ngaruh, mau nonton video panjang jadi males duluan,” kata @UTDF***.

“Dulu baca buku bisa berjam-jam. Sekarang setengah jam tanpa bosan saja sudah alhamdulillah,” tulis @BanyuSa****.

Fenomena ini kemudian memunculkan istilah short attention span yang semakin marak di era digital. Meski begitu, sejumlah warganet mulai mencari cara untuk mengatasinya, seperti melatih kembali fokus dengan membaca buku hingga menerapkan teknik manajemen waktu.

"Saya termasuk yg kena imbas Short Attention Span ini gara2 suka liat short video. Dulu baca buku betah berjam-jam. Sekarang baca buku setengah jam tanpa ngerasa bosen aja udah alhamdulillah. Skrg lg ngelatih buat balikin kebiasaan baca buku pake teknik Pomodoro," tulis akun X @BanyuSa***.

Topik Menarik