Kasus TB Masih Tinggi, Wamenkes Soroti Tantangan Pengobatan
JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr Benjamin P Octavianus menyoroti berbagai tantangan dalam program penanggulangan tuberkolosis (TB) di Indonesia. Ini disampaikan dalam pertemuan koordinasi program TB 2026 di Jakarta.
Dia mengatakan capaian indikator program TB di awal tahun masih belum optimal. Tantangan utama terlihat pada penemuan kasus, keberhasilan pengobatan, hingga investigasi kontak.
“Situasi ini harus kita jawab dengan langkah yang lebih cepat, lebih terukur, dan lebih berdampak,” ujarnya.
Menurut Wamenkes, masih banyak pasien yang belum terdeteksi dan belum mendapatkan pengobatan hingga tuntas. Kondisi ini berpotensi memperparah penyebaran penyakit di masyarakat.
Dia menegaskan pentingnya pendekatan aktif dalam menemukan kasus TB. Skrining kelompok berisiko dan investigasi kontak dinilai harus diperkuat.
“Jangan menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Kita harus aktif menemukan kasus melalui skrining kelompok berisiko dan investigasi kontak,” katanya.
Selain itu, dia juga menekankan pentingnya memastikan pasien tidak putus obat. Dukungan komunitas disebut menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengobatan.










