Iran Tak Akan Buka Selat Hormuz, Tuding AS Langgar Gencatan Senjata

Iran Tak Akan Buka Selat Hormuz, Tuding AS Langgar Gencatan Senjata

Terkini | inews | Kamis, 23 April 2026 - 03:03
share

TEHERAN, iNews.id - Iran tidak akan membuka blokade Selat Hormuz selama Amerika Serikat (AS) melanggar gencatan senjata. Selat Hormuz masih berada di bawah kendali Iran selama pecahnya perang melawan AS dan Israel. Iran membatasi kapal-kapal tanker maupun kargo yang melintas, yakni hanya milik negara-negara yang bersahabat atau mau membayar biaya tol.

Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan, AS melanggar gencatan senjata karena melakukan blokade maritim terhadap kapal-kapal yang masuk maupun keluar dari pelabuhan-pelabuhannya.

Militer AS mencegat kapal-kapal Iran maupun yang terkait dengan negara itu agar tidak bisa menuju atau keluar dari pelabuhannya. Kapal yang kedapatan membayar tol Selat Hormuz kepada Iran akan ditindak.

"Gencatan senjata penuh hanya masuk akal jika tidak dilanggar oleh blokade maritim dan penyanderaan ekonomi global," kata Ghalbaf, seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (23/4/2026).

Oleh karena itu, dia menegaskan tak mungkin Iran membuka blokade Selat Hormuz selama masih ada pelanggaran gencatan senjata secara terang-terangan.

Presiden AS Donald Trump pada Selasa (21/4/2026) mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran sampai batas waktu yang tak ditentukan. Dia hanya menyebut gencatan senjata berlangsung sampai Iran menyerahkan proposal perundingan damai yang terpadu.

Namun Trump tetap menerapkan blokade terhadap kapal-kapal yang masuk dan keluar pelabuhan-pelabuhan Iran di sepanjang Selat Hormuz.

Trump mendesak Iran untuk kembali ke meja perundingan di Pakistan guna menyepakati perdamaian. Namun Iran menegaskan tak akan berunding selama blokade maritim AS berlangsung.

Gencatan senjata sebelumnya, yang diumumkan Trump pada 7 April, berlaku selama 2 minggu yang berakhir pada Rabu (22/4/2026).

Topik Menarik