Pelajar di Serdangbedagai Tewas Dikeroyok, Ibu Korban Minta Pelaku Dihukum Mati
SERDANG BEDAGAI, iNews.id - Seorang pelajar bernama Reno Ambarita (16) warga Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdangbedagai, Sumatra Utara (Sumut), tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan sekelompok orang. Peristiwa tragis ini terjadi di Dusun II Desa Paya Mabar, Kecamatan Tebing Tinggi, Minggu (12/4/2026) pukul 01.00 WIB
Kejadian ini memicu duka mendalam bagi keluarga korban. Ibu kandung korban, Berta Boru Batuara, bahkan meminta agar para pelaku dihukum seberat-beratnya.
“Saya minta pelaku dihukum mati. Dihukum mati kalian sesuai perbuatannya,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Menurut keterangan keluarga, sebelum kejadian korban sempat meminta izin untuk pergi ke pasar bersama teman-temannya. Korban juga hanya meminta uang Rp10.000 kepada ibunya.
Namun, beberapa jam kemudian, kabar mengejutkan datang saat teman korban mendatangi rumah dan mengabarkan bahwa Reno telah dianiaya.
“Waktu kejadian anak saya minta izin ke pasar, minta uang Rp10.000, itu aja. Malamnya aku baru tahu kejadian itu,” katanya.
Mendengar kabar tersebut, keluarga langsung menuju lokasi, namun korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi. Korban mengalami luka serius di bagian kepala dan sempat menjalani operasi. Sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Kasus pengeroyokan ini kini telah dilaporkan ke Polres Tebing Tinggi dan tengah dalam sudah penanganan polisi. Sejauh ini, polisi telah mengamankan enam orang terduga pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
Motif pengeroyokan masih didalami, namun dugaan sementara dipicu oleh dendam. Keluarga korban berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini dan memberikan keadilan bagi korban.










