LaLiga Bongkar Jaringan Pembajakan Global, Vonis Terbesar Dijatuhkan
MADRID, iNews.id – LaLiga menjadi aktor utama dalam pengungkapan jaringan IPTV ilegal yang dijatuhi denda lebih dari 43 juta euro atau sekitar Rp868 miliar oleh pengadilan Spanyol.
Putusan tersebut dikeluarkan Majelis Pidana Pengadilan Nasional Spanyol dalam kasus besar pelanggaran hak kekayaan intelektual, pasar dan konsumen, serta pencucian uang. Nilai kompensasi yang dijatuhkan termasuk salah satu yang terbesar dalam sejarah kasus serupa di negara tersebut.
Kasus ini bermula dari laporan Nagravision yang kemudian dikembangkan secara signifikan oleh LaLiga. Bukti pembelian konten ilegal menjadi faktor kunci dalam proses pembuktian di pengadilan.
Sejumlah pihak turut memperkuat gugatan sebagai penuntut swasta, seperti Movistar Plus+, Mediapro, dan Egeda. Para terdakwa akhirnya menerima dakwaan bersama dari jaksa dan pihak terkait.
Penyelidikan dilakukan oleh unit kejahatan siber kepolisian Spanyol dengan dukungan Europol dan Eurojust. Koordinasi lintas negara menjadi faktor penting dalam membongkar jaringan tersebut.
Jaringan ilegal ini mengoperasikan layanan seperti rapidiptv.com, rapidiptv.net, dan iptvstack.com. Mereka menyebarkan siaran sepak bola, film, dan serial secara ilegal ke lebih dari dua juta pengguna di tiga benua.
Dampak Besar dan Strategi LaLiga
Pengadilan menetapkan kompensasi sebesar 12 juta euro atau sekitar Rp242 miliar bagi pihak terdampak. Selain itu, denda pencucian uang mencapai lebih dari 30 juta euro atau sekitar Rp605 miliar.
Jaringan yang dipimpin sosok berjuluk “Dash, the Iranian” menggunakan berbagai metode untuk menyamarkan aliran dana. Cara tersebut meliputi payment gateway, bursa kripto, perusahaan cangkang, hingga faktur palsu.
Dana hasil kejahatan digunakan untuk berbagai investasi, termasuk pembangunan gedung residensial di Iran, pembelian properti di Barcelona senilai 1,7 juta euro, serta dua kendaraan mewah senilai 400.000 euro.
Seluruh aset dan dana tersebut disita oleh otoritas, sementara domain yang digunakan ditutup permanen. Langkah ini menjadi pukulan besar bagi praktik pembajakan global.
Presiden LaLiga, Javier Tebas, menegaskan pentingnya perang melawan pembajakan audiovisual.
“Penipuan audiovisual adalah ancaman serius yang mengancam keberlangsungan industri yang fundamental bagi ekonomi Eropa, yaitu olahraga langsung. Kami bangga dengan sanksi teladan ini, yang menunjukkan pembajakan harus diperangi secara tegas di setiap level, terutama terhadap organisasi dan mafia di baliknya,” tegasnya, dikutip dari LaLiga.
Hasil ini memperkuat strategi global anti-pembajakan LaLiga. Pada musim 2024-2025, konsumsi pembajakan di Spanyol berhasil ditekan hingga 60 persen.
Upaya tersebut dilakukan melalui langkah hukum, edukasi publik, kerja sama institusi, serta pemanfaatan teknologi. Pendekatan ini menjadi model dalam memerangi distribusi konten ilegal di industri olahraga.










