Waspada! Penyalahgunaan Ketamin Picu Gagal Ginjal hingga Gangguan Kandung Kemih

Waspada! Penyalahgunaan Ketamin Picu Gagal Ginjal hingga Gangguan Kandung Kemih

Gaya Hidup | inews | Senin, 20 April 2026 - 17:26
share

JAKARTA, iNews.id – Di balik tren penyalahgunaan zat di kalangan anak muda, tersimpan ancaman medis yang sangat mengerikan. Ya, penyalahgunaan ketamin bisa mengancam nyawa.

Data terbaru yang diungkap Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI hari ini, Senin (20/4/2026), menunjukkan lonjakan distribusi ketamin yang tidak wajar, mencapai 440.000 penyaluran pada tahun lalu.

Peningkatan hampir empat kali lipat dari tahun 2022 ini bukan sekadar angka statistik, melainkan sinyal bahaya bagi kesehatan fisik generasi muda Indonesia. Penyalahgunaan ketamin pada tubuh berdampak memicu gagal ginjal.

Berikut ini beberapa dampak buruk kesehatan dari penyalahgunaan ketamin. Simak selengkapnya hanya di artikel ini.

Bahaya Penyalahgunaan Ketamin

Efek Korosif: Kandung Kemih yang Menciut

Secara medis, ketamin adalah obat anestesi (bius) yang bekerja menghambat reseptor NMDA di otak. Namun, ketika disalahgunakan secara terus-menerus, zat sisa metabolisme ketamin yang dibuang melalui urine bersifat sangat korosif.

Para ahli medis memperingatkan munculnya fenomena 'Ketamine-Induced Cystitis', di mana:

- Dinding Kandung Kemih Rusak: Zat kimia ketamin 'membakar; lapisan dalam kandung kemih, menyebabkan luka dan pendarahan.

- Penyusutan Ekstrem: Organ yang seharusnya elastis menciut drastis. Akibatnya, pengguna sering mengompol atau merasa nyeri hebat saat buang air kecil (seperti kencing serpihan kaca).

- Gagal Ginjal: Kerusakan saluran kemih memicu tekanan balik urine ke ginjal, yang jika dibiarkan akan memaksa korban menjalani cuci darah seumur hidup.

Bahaya 'K-Hole' dan Kelumpuhan Kesadaran

Dalam rapat hari ini, BPOM menekankan bahwa ketamin memengaruhi sistem saraf pusat secara agresif. Pada dosis penyalahgunaan, pengguna akan terjebak dalam kondisi 'K-Hole'.

"Penyalahgunaan ini menyebabkan perubahan persepsi dan kesadaran yang ekstrem. Pengguna merasa terpisah dari tubuhnya (disosiasi), yang dalam kondisi tanpa pengawasan medis, dapat memicu henti napas atau cidera fatal karena hilangnya kontrol motorik," ungkap Taruna dalam paparannya.

Jadi, itu dia dampak buruk penyalahgunaan ketamin bagi kesehatan. Obat bius ini semestinya bukan menjadi alat halusinasi, karena memiliki dampak berbahaya jika dipakai sembarangan.

Topik Menarik