Mengejutkan, Penjualan BYD di Jepang Naik 2 Kali Lipat pada Maret 2026

Mengejutkan, Penjualan BYD di Jepang Naik 2 Kali Lipat pada Maret 2026

Otomotif | inews | Jum'at, 17 April 2026 - 15:56
share

JAKARTA, iNews.id – Penjualan mobil listrik BYD di Jepang melonjak tajam pada Maret 2026. Produsen otomotif asal Tiongkok tersebut mencatat peningkatan hampir dua kali lipat, seiring fokus mereka memperkuat ekspansi pasar luar negeri di tengah ketatnya persaingan domestik.

Berdasarkan data terbaru dari Japan Automobile Importers Association (JAIA), BYD berhasil mendaftarkan 625 unit kendaraan di Jepang sepanjang Maret 2026. Angka ini naik 91,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 327 unit.

Secara keseluruhan, performa BYD di kuartal pertama 2026 juga menunjukkan tren positif di negara asal Toyota, Honda, Suzuki dan Nissan ini. Mengacu laporan Car News China, total pengiriman kendaraan energi baru (BEV dan PHEV) BYD di Jepang mencapai 1.142 unit. Jumlah tersebut meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski pertumbuhannya signifikan, posisi BYD di pasar otomotif Jepang masih tergolong kecil. Pada Maret 2026, total penjualan mobil di Jepang mencapai 407.564 unit, dengan pangsa kendaraan energi baru hanya sekitar 4,15 persen.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 16.924 unit merupakan mobil listrik baterai dan plug-in hybrid. BYD sendiri baru menguasai sekitar 3,7 persen dari segmen tersebut, menunjukkan masih luasnya ruang untuk ekspansi.

Tantangan lain datang dari kebijakan subsidi kendaraan listrik di Jepang yang mengalami penyesuaian. Pemerintah setempat memangkas insentif per unit dari sebelumnya 350.000–400.000 yen menjadi hanya 150.000 yen. Kebijakan ini berdampak langsung terhadap daya saing harga kendaraan listrik, termasuk produk BYD.

Namun, jika dilihat dari segmen kendaraan energi baru impor, kinerja BYD terlihat lebih menjanjikan. Dari total 6.085 unit mobil listrik dan plug-in hybrid impor yang terdaftar pada Maret 2026, BYD berhasil meraih pangsa pasar sebesar 10,3 persen.

Strategi ekspor kini menjadi fokus utama BYD. Hal ini tak lepas dari tekanan di pasar domestik China yang semakin kompetitif, ditambah pengurangan subsidi kendaraan listrik.

Data dari China EV DataTracker mencatat, BYD menjual sebanyak 688.939 unit kendaraan secara global. Menariknya, lebih dari separuh penjualan tersebut berasal dari pasar luar negeri, sementara penjualan domestik tercatat 303.150 unit.

Sebagai perbandingan, pada kuartal pertama 2025, total penjualan global BYD mencapai 990.711 unit dengan mayoritas masih didominasi pasar domestik sebanyak 643.024 unit. Perubahan komposisi ini menunjukkan pergeseran strategi BYD yang semakin agresif di pasar internasional.

Saat ini, BYD menawarkan lima model kendaraan di Jepang, terdiri atas empat mobil listrik murni yakni Sealion 7, Atto 3, Dolphin, dan Seal, serta satu model plug-in hybrid Sealion 6.

Untuk semakin memperkuat penetrasi pasar, BYD berencana meluncurkan mobil listrik perkotaan terbaru bernama Racco pada musim panas tahun ini. Kendaraan ini diprediksi dibanderol sekitar 2,5 juta yen atau setara Rp250 jutaan, menyasar segmen mobil kompak yang populer di Jepang.

Melalui berbagai strategi ekspansi dan peluncuran produk baru, BYD optimistis dapat mencapai target penjualan 10.000 unit per tahun di Jepang, meski harus menghadapi berbagai tantangan di pasar Negeri Sakura tersebut.

Topik Menarik