Clara Shinta Trauma usai Konflik Rumah Tangga, Gugatan Rp10,7 Miliar Jadi Tekanan
JAKARTA, iNews.id - Clara Shinta trauma usai konflik rumah tangga yang menyeret namanya, terlebih setelah muncul gugatan Rp10,7 miliar dari pihak yang diduga sebagai orang ketiga. Kondisi ini membuat Clara Shinta mengaku mengalami tekanan batin yang cukup berat.
Clara mengatakan, dampak dari persoalan tersebut tidak hanya menyangkut proses hukum, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologisnya. Dia bahkan mengaku kehilangan rasa percaya terhadap suaminya.
"Kalau trauma pastilah, hilangnya kepercayaan terhadap suami itu juga menjadi salah satu alasan saya untuk berpisah gitu. Karena dilanjutkan lagi juga saya sudah enggak percaya. Setiap kali dia mau pergi ke mana saya deg-degan, setiap kali masuk ya deg-degan aja, jadi trauma lah pasti," ujar Clara Shinta di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (16/4/2026).
Di tengah tekanan tersebut, Clara tetap berupaya menjalani proses hukum yang berjalan. Bersama kuasa hukumnya, dia telah memberikan jawaban atas somasi yang sebelumnya dilayangkan pihak Tri Indah.
"Alhamdulillah kalau somasi sudah dijawab sama kuasa hukum saya, Bang Sunan. Sudah ada jawaban untuk ke pihak Indah. Tapi kalau untuk somasi balik akan diproses juga," katanya.
Clara menjelaskan, dalam proses hukum, terdapat tahapan yang harus dilalui sebelum mengambil langkah lanjutan. Dia pun kini tengah menyiapkan somasi balik sebagai bentuk respons atas tuduhan yang diarahkan kepadanya.
"Ternyata saya baru mendapatkan fakta bahwa ternyata jawaban somasi dengan mensomasi itu beda. Jadi kita jawab dulu baru baru nanti ada langkah untuk mensomasi," ucapnya.
Terkait rencana somasi balik tersebut, Clara menegaskan langkah itu dilakukan untuk membantah berbagai tudingan. Dia juga menyinggung adanya dukungan dari sejumlah praktisi hukum atas tindakan yang pernah dia lakukan di media sosial.
"Kalau somasi balik menjawab bantahan pastinya. Saya tidak mau membenarkan diri saya meskipun orang bilang saya korban, enggak seperti itu juga. Saya itu ada kesalahan mungkin mem-posting, tapi ternyata hukum ini juga banyak lawyer-lawyer yang sedang mendukung saya dan mengatakan bahwa sebenarnya hukum itu tidak se-strict itu gitu loh. Mereka juga bisa memandang perbuatan saya ini karena ada tindakan kejahatan sebelumnya loh," katanya.
Meski menghadapi gugatan bernilai miliaran rupiah, Clara menegaskan dirinya tidak berfokus pada keuntungan materi. Dia hanya ingin mendapatkan keadilan serta ketenangan dalam kehidupan pribadinya.
"Tuntutan saya itu kalau untuk delik hukumnya saya itu kurang paham. Tapi saya sih nuntut yang sewajarnya saya aja sih dengan posisi saya gitu, yang maksudnya saya merasa dirugikan gitu. Dan saya tidak mau take benefit mencari keuntungan, saya enggak perlu itu. Sebenarnya saya cuma butuh keluarga saya utuh aja sih," ujarnya.
Clara mengakui, peristiwa ini memberikan dampak besar dalam kehidupannya. Trauma yang dirasakan menjadi salah satu faktor yang membuatnya mempertimbangkan untuk mengakhiri hubungan rumah tangganya.










