Sadis! Kakek Bacok Siswa SD di Pangandaran Dalam Kelas gegara Tersinggung Diejek
PANGANDARAN, iNews.id – Aksi pembacokan menimpa seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Korban yang merupakan siswa kelas enam luka parah akibat dibacok kakek paruh baya.
Aksi penganiayaan tersebut dilakukan pelaku di dalam ruang kelas saat jam istirahat sekolah berlangsung.
Peristiwa bermula saat korban MH, siswa SDN 2 Padaherang diduga melontarkan ejekan kepada seorang kakek berinisial AS di sebuah kebun yang berada tak jauh dari lingkungan sekolah.
Merasa tersinggung, pelaku AS naik pitam kemudian mengambil parang dan mengejar korban. Maulana yang ketakutan berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke dalam ruang kelas. Namun, pelaku tetap mengejarnya hingga ke dalam sekolah dan melayangkan senjata tajam ke arah kepala korban.
Akibat serangan tersebut, MH mengalami luka robek di bagian atas kepala dan langsung dilarikan ke Puskesmas Padaherang untuk mendapatkan penanganan medis.
Orang tua korban, Hasan, mengaku sangat terpukul dan sedih atas musibah yang menimpa anaknya di tempat yang seharusnya menjadi area aman.
"Saya merasa terpukul dan sedih, apalagi kejadiannya di sekolah. Sekolah itu harusnya menjadi tempat yang aman untuk mendidik anak. Saya berharap kejadian ini tidak terulang lagi dan pihak sekolah memperketat pengawasan," ujar Hasan.
Hasan juga menyampaikan apresiasinya kepada Polsek Padaherang yang bergerak cepat menangani kasus ini sehingga meringankan beban psikologis keluarga.
Kapolsek Padaherang, AKP Abdurrahman mengatakan, telah mengamankan pelaku AS setelah menerima laporan. Saat ini, polisi tengah melakukan pendalaman untuk mengetahui motif pasti di balik tindakan nekat pelaku.
"Setelah menerima laporan dugaan tindak pidana penganiayaan, kami langsung mendatangi lokasi kejadian. Korban sudah dibawa ke Puskesmas Padaherang. Untuk penanganan perkara, kami berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Pangandaran melalui Unit PPA untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata AKP Abdurrahman.
Hingga kini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif. Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi pihak sekolah dan orang tua agar senantiasa meningkatkan pengawasan di lingkungan pendidikan demi menjamin keamanan anak-anak dari ancaman kekerasan.










